Tokopedia

Waduh, Belanja Barang Impor di Tokopedia dan Bukalapak Sekarang Kena Pajak 10%!

Ditjen Pajak kembali menunjuk 10 perusahaan sebagai entitas untuk pemungutan PPN kepada konsumen di Indonesia.

Featured-Image
Waduh, Belanja Barang Impor di Tokopedia dan Bukalapak Sekarang Kena Pajak 10%!

EMPATPAGI.COM- Belakangan ini terdapat 10 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang kembali ditunjuk oleh Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak untuk pemungutan PPN terhadap barang dan jasa digital yang dijual kepada para pelanggan di Indonesia.

Terhitung dari 1 Desember 2020, beberapa perusahaan tersebut dipastikan akan mulai memungut PPN dari produk dan jasa digital yang mereka tawarkan kepada para pelanggan di Indonesia.

Para konsumen diharuskan untuk membayar nilai PPN dengan jumlah sebesar 10% dari harga sebelum pajak, sebagai bukti pemungutan PPN maka perusahaan harus mencatumkan nilai pembayaran PPN sebesar 10% pada invoice yang diterbitkan oleh penjual.

10 Perusahaan yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN:

  • Cleverbridge AG Corporation
  • Hewlett-Packard Enterprise USA
  • PT. Bukalapak.com
  • Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM)
  • PT. Fashion Eservices Indonesia (Zalora)
  • PT. Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
  • PT. Tokopedia
  • PT. Global Digital Niaga (Blibli.com)
  • Valve Corporation (Steam)
  • beIN Sports Asia Pte Limited

Baca: 6 Strategi Manajemen Rantai Pasok Terbaik untuk Bisnis Kamu!

Keterangan Direktur Jenderal Pajak

Kantor Direktorat Jenderal Pajak
Kantor Direktorat Jenderal Pajak

“Ditjen Pajak terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia, untuk melakukan sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN produk digital akan terus bertambah”, keterangan yang ditulis oleh Ditjen Pajak, Selasa (17/11).

Baca: Ini Dia 5 Cara Sukses Membangun Bisnis FinTech yang Sustainable!

Sampai saat ini, sudah berjumlah 46 perusahaan yang ditunjuk oleh Ditjen Pajak sebagai pemungut PPN dari para konsumen di Indonesia. “Khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut”, keterangan yang ditulis oleh Ditjen Pajak.

mmmmmmm
Kementerian Keuangan menunjuk sepuluh perusahaan global yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai atas barang dan jasa digital

Terdapat aturan mengenai produk atau jasa digital yang dikenakan pajak tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2020, peraturan ini juga merupakan aturan turunan dari Perppu Nomor 1 Tahun 2020.

10 Perusahaan di atas termasuk kategori perusahaan yang dikenakan PPN, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kriteria seperti penjualan mencapai Rp 600 juta selama setahun atau Rp 50 juta per bulan di Indonesia.

Baca: Shopee Turut Berpartisipasi dalam ASEAN Online Sale Day

Baca: Mudah Dipahami, Ini 5 Tips Sukses Untuk Online Marketing Pemula

Baca: Kenapa Milenial Mengganti Dompet Tebal dengan Dompet Digital

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium