Benarkah Waktu Itu Penipu Hidup Kita?

Ternyata aku banyak janji dan banyak lupa. Aku minta waktu, aku lupakan waktu. Aku lewati waktu diluar tekad dan janji.

EMPATPAGI.COM - Waktu bisa berlalu secepat angin lalu. Waktu begitu halus menipu hidup kita. Banyak rencana dan janji suci, lupa dan terlewat.

Ya Alloh tambahkan usiaku , aku perlu waktu untuk beramal soleh dan berbekal persiapan masa nanti.

Ternyata aku banyak janji dan banyak lupa. Aku minta waktu, aku lupakan waktu. Aku lewati waktu diluar tekad dan janji.

Arti Waktu Dalam Hidup Sebagai Muslim

1. Janji Diri Yang Terlupa

During Arbaeen Walking ( The most popular walking in Shia that collect about 20 million Muslim and go from najaf to Karbala (80km) by walk in memory of family of Imam Hussain PBUH)
During Arbaeen Walking ( The most popular walking in Shia that collect about 20 million Muslim and go from najaf to Karbala (80km) by walk in memory of family of Imam Hussain PBUH) (Unsplash/‏🌸🙌 فی عین الله)

Janji janji belum sempat terlaksana. Banyak janji dan tekad terlewati, diantaranya:

  • Tekad lima waktu tepat waktu, kadang lambat kadang lupa.
  • Rencana dzikir pagi, tersadar sudah siang.
  • Tekad sedekah pagi belum sempat terlaksana, tersadar matahari sudah meninggi.
  • Rencana ingin sholat dhuha, tanpa terasa adzan dhuhur sudah terdengar.
  • Tekadnya tiap pagi membaca ayat Al Qur'an, sudah setahun kebiasaan itu belum terlaksana.
  • Ada komitmen jangan sampai malam berlalu kecuali dengan tahajud dan witir minimum tiga rakaat singkat. Komitmen itu belum dilaksanakan sejak bertahun lewat.

Baca: Bagaimana Bisnis dan Investasi Terbaik Menurut Al-Quran?

Semua berlalu terlupakan tanpa hukuman diri atas khianat akan komitmen. Semua tanpa perasaan bersalah sehingga belum merasa perlu taubat.

2. Rencana Tempatkan Tangan Diatas Sesuai Sunnah

Shadaqah
Shadaqah (Unsplash/Bayu Prayuda)

Tangan diatas adalah lebih baik kata sunnàh dan pepatah. Sayang harta dan rasa kikir menghalangi semua.

Pernah terpikir punya anak asuh, apakah yatim atau anak miskin untuk disantuni tiap bulannya. Uang habis semua tak terlaksana.

Itu karena kesibukan lupa merealisasikan sejak sekitar tiga tahun yang lalu.

Baca: Apakah Bunga Bank sama dengan Riba?

Tak seberapa sedekah dan wakaf aku tunaikan. Itu juga hanya sekedarnya. Kebanyakan harta kita makan, untuk beli tanah, rumah, usaha dan investasi.

Usaha utama ninggalin harta untuk anak cucu. Sebenarnya belum tentu mereka suka. Ingat kitakah mereka, setelah kita tiada.

Akan terus beginikah nasib kita, hanya menghabis-habiskan umur. Berhura-hura dengan usia. Tiba tiba masuklah kita ke usia tua.

3. Baru Tersadar Sudah Tua

Sunday Strolls
Sunday Strolls (Unsplash/Matthew Bennett)

Tak lama terasa kemudian orang memanggil kita lansia. Yang kita keluhkan hanyalah sakit dan tak berdaya.

Pertanda kita sudah tua, dimana:

  • Uban yang mulai menghias kepala.
  • Keriput sebagai kulit tua,
  • Sisa tenaga tinggal yang tidak seberapa.
  • Mungkin kita menunggu ajal tiba.

Kita tanya sejenak dan mengintip catatan amal kita. Ingatkah pernah berbuat apa? Astagfirullah.

Belum cukupkah mainmu dengan usia selama itu. Perlu berapa tahun lagi untuk mengulang masa yang sama.

Tanpa pernah merasa kehilangan untuk menghasilkan pahala. Astagfirullah.

Baca: Jihad Melawan Hawa Nafsu vs. Ingin Sukses Bisnis

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz