Fintech

5 Jurus Sukses Membangun Bisnis FinTech yang Sustainable!

Berikut adalah 5 jurus sukses membangun bisnis FinTech yang sustainable!

Featured-Image
Financial Technology

EMPATPAGI.COM-FinTech adalah merupakan singkatan dari financial technology. Berdasarkan National Digital Research Center (NDRC) mendefinisikan financial technology sebagai padanan kata yang dapat digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan. Inovasi yang dimaksud adalah berkaitan dengan bidang keuangan yang diberikan sentuhan teknologi modern.

Pada zaman modern seperti sekarang ini, perkembangan yang tinggi dan persaingan dalam bidang industri keuangan sangatlah ketat dikarenakan terdapat bermacam variasi dan service yang disediakan oleh perusahaan yang berkecimpung pada bidang keuangan. Adapun jenis layanan yang disediakan oleh industri ini pun beragam seperti pembayaran non-tunai, peminjaman dana, pemberian informasi mengenai keuangan, hingga asuransi dan investasi.

Langkah yang tepat dalam memenangkan persaingan dalam sektor FinTech dapat membuat bisnis Anda positif dalam hal sustainability di masa mendatang. Berikut adalah 5 jurus sukses membangun bisnis FinTech yang sustainable.

5 Jurus Sukses Membangun Bisnis FinTech yang Sustainable.

1. Berfokus pada Customer Service

Customer Service

Menurut Akhsay Garg, salah satu pendiri bisnis FinTech ternama di Indonesia yaitu Kredivo, menyatakan bahwa terdapat beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh perusahaan bisnis FinTech yang masih berskala Start-Up, salah satu nya adalah terlalu fokus dalam peningkatan income, namun melupakan layanan terhadap pelanggan. Padahal, peningkatan layanan terhadap pelanggan penting guna meraih kepercayaan publik dan juga investor terhadap bisnis Anda.

Baca: Kenali Jenis-Jenis Fintech Sesuai Dengan Kebutuhanmu!

2. Membangun Budaya Kerja yang Baik

Budaya Kerja

Membangun dan mempertahankan budaya kerja yang baik merupakan salah satu unsur yang berperan penting dalam kesuksesan bisnis FinTech Anda, dikarenakan kesuksesan perusahaan juga terdapat pada orang orang yang bekerja di dalamnya. Adapun ciri-ciri perusahaan yang memiliki budaya kerja yang baik adalah seperti berikut:

  • Adanya produktifitas pada lingkungan kerja perusahaan
  • Tingkat stres yang rendah pada para karyawan
  • Transparansi dalam hal komunikasi
  • Tingkat kesejahteraan karyawan yang tinggi
  • Tingkat turnover karyawan yang rendah
  • Adanya ruang dalam tumbuh dan berkembang nya karyawan di perusahaan 

Baca: Perbankan Punya Waktu 10 Tahun Lagi Sebelum Tergilas Fintech

Langkah-langkah seperti ketepatan waktu dalam pembayaran gaji, pengisian survei kepuasan karyawan terhadap perusahaan, meninjau pencapaian karyawan, dan analisis peningkatan kinerja merupakan upaya untuk peningkatan mutu manajemen SDM perusahaan Anda. Gunakanlah sistem manajemen SDM yang tersentralisasi sehingga memudahkan Anda dalam menyelesaikan persoalan manajemen SDM pada perusahaan Anda.

3. Bekerjasama dengan Mitra &Investor yang Terpercaya.

Unsplash/Sebastian Herrmann

Dikarenakan Anda akan bersaing dengan perusahaan FinTech lain yang memiliki banyak modal, maka sabar dan selektif diperlukan dalam menemukan mitra &investor bagi perusahaan Anda saat proses awal, karena tahap ini memang cukup sulit untuk dilakukan.

Selain itu Anda harus berbagi baik itu ide, visi, misi, dan passion yang sama dengan para calon mitra dan investor bisnis Anda, dengan itu proses pembagian saham dapat berjalan dengan lancar. Anda harus mengetahui kebutuhan perusahaan Anda apa saja agar pemilihan sumber pendanaan perusahaan sesuai dan tepat.

Perusahaan modal ventura dapat menyediakan modal dengan jumlah yang besar dan juga input untuk hal strategis, namun seringkali ingin ikut terlibat dalam keputusan penting perusahaan. Anda dapat juga berkerjasama dengan investor swasta, namun biasanya untuk sumberdaya modal yang dapat disediakan terbatas.

4. Memastikan Kelancaran Arus Kas

Cashflow

Anda perlu mengkontrol serta mengamankan modal baik itu di awal proses dan juga saat bisnis Anda sedang berjalan. Selain itu Anda perlu juga memastikan bahwa perusahaan Anda meraih untung.

Anda harus mengetahui dengan baik mengenai pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan anda dalam memberikan pinjaman kepada pelanggan dan juga berapa banyak pendapatan perusahaan Anda dalam periode tertentu (misal sebulan atau setahun). Bijaklah dan pastikan untuk tidak mengeluarkan biaya lebih banyak dari yang Anda dapatkan. Penting bagi Anda untuk mengatur pengeluaran dan mengecek tagihan pelanggan secara rutin.

5. Berinvestasi pada Teknologi yang Mendukung Bisnis FinTech

Tech
Tech

Industri pada bidang FinTech di Indonesia memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi dan masing-masing perusahaan kompetitor memiliki keunikan serta ciri khas yang berbeda antara satu dengan yang lain, dengan begitu maka perusahaan Anda harus memiliki keunggulan kompetitif yang kompeten dalam mengarungi persaingan pada industri bisnis FinTech.

Berinvestasi pada salah satu sistem otomasi bisnis seperti ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan Anda. Sistem ERP ini dapat mempermudah Anda dalam memahami lebih luas seperti apa lingkup bisnis yang sedang anda jalankan, hal tersebut mencakup bidang akuntansi, manajemen (SDM, aset, kontrak), serta layanan terhadap dukungan kepada pelanggan.

Otomasi sebagian besar proses bisnis dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas perusahaan, serta biaya operasional dapat dipangkas secara signifikan. Keakuratan presisi dalam kelengkapan laporan analitik dapat membantu anda mengambil keputusan dengan tepat. Pemilik bisnis dapat lebih fokus dalam berinovasi demi menyediakan service yang terbaik untuk pelanggan.

Baca: Ini 5 Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK, Uang Langsung Cair!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz