Pandemi

Cobaan vs. Hikmah dari Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah cobaan sekaligus hikmah bagi orang yang beriman.

EMPATPAGI.COM -Allah SWT pasti memiliki tujuan dalam menghadirkan suatu cobaan bagi umat manusia.

Kehadiran wabah covid-19 sangat mungkin pilihan terbaik bagi sebagian orang beriman untuk meraih predikat syahid.

Sebagaimana yang dijanjikan Alah lewat sabda Rasul-Nya, dalam hadist yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, di mana suatu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam perihal wabah pandemi.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyatakan wabah seperti itu merupakan bagian dari azab yang ditimpakan Allah kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

Pandemi Covid 19 Pada Hakekatnya Cobaan vs. Hikmah Dari Allah SWT

A. Manusia Sangat Lemah Menerima Cobaan

Pandemi adalah salahsatu cara kita diingatkan oleh Allah SWT. Marilah kita berintrospeksi barangkali kita ini:

  • banyak kesalahan,
  • banyak hal-hal yang kurang baik,
  • kurang ikhlas,
  • kurang bersyukur,
  • kurang serius beribadah,
  • kurang ukhuwah dan banyak hal lain lagi.

Oleh karena itu kita diberikan oleh Allah SWT dengan cobaan wabah pandemi ini.

Karena itu, jangan sampai kita kehilangan hikmah dari apa yang kita alami ini, karena Allah SWT menguji setiap kaum dari masa ke masa melalui berbagai cobaan. Ujian dan bencana ini semata-mata hanya untuk menguji keimanan umat manusia.

Manusia itu lemah dalam menghadapi cobaan. Banyak yang putus asa menghadapinya. Banyak yang melihat tidak ada lagi arti hidup ini. Memang tantangan cobaan ini berat. Sebenarnya cobaan adalah untuk meminta kita sebagai makhluknya menjadi optimis dan lebih dekat lagi kepada Allah SWT.

B. Ada Hikmah Dari Allah SWT Dibalik Dahsyatnya Pandemi

Hikmah dibalik wabah Covid-19 bagi setiap orang beriman adalah untuk bisa berhasil lulus melewati dan menghadapi wabah covid-19.

Allah menjadikan wabah juga sebagai hikmah bagi orang-orang beriman. Jika wabah pandemi terjadi di suatu daerah, seorang beriman harus menahan diri untuk tetap tinggal di daerah tempat tinggalnya dengan sabar.

Kesabaran perlu disertai keyakinan, bahwasanya musibah tidak akan pernah menimpa dirinya, kecuali jika Allah SWT menetapkannya.

Semua orang menguatkan keyakinan di masa pandemi Covid-19 dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT ini dengan keimanan. Keimanan disertai rasa kebersamaan dan dengan niat baik untuk hijrah ke masa yang lebih baik lagi.

Musibah dalam bentuk apa pun pasti akan dialami manusia (QS Al Baqarah 155), yang jika menimpa orang-orang kafir, maka mutlak sebagai azab (QS As Sajdah: 21).

Sebaliknya, jika menimpa orang-orang beriman, pasti bagian dari bentuk kasih sayang Allah SWT.

Paling tidak, ada sebuah kemungkinan bentuk kasih sayang Allah SWT di balik musibah yang menimpa hamba-hamba yang dicintai-Nya. Cobaan harus dilihat sebagai ujian keimanan (QS Ath Thalak 2-3). Ujian tentu saja sesuatu yang sangat positif.

Seorang pelajar tidak akan pernah berhasil tanpa menempuh berbagai ujian. Yang tidak positif adalah ketika seseorang tidak lulus menjalani ujian. Dan yang sudah pasti tidak akan lulus adalah mereka yang tidak pernah ikut ujian.

C. Semoga Allah SWT Memberi Perlindungan Dan Ampun

Cobaan adalah ujian keimanan bagi kita semua, karena kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk berkhusnudzon, berbaik sangka. Ingat, bukan hanya berbaik sangka pada makhluknya yang diperlukan. Tetapi berbaik sangka pula kepada Allah SWT.

Untuk itu ia mengajak semua untuk selalu berbaik sangka bahwa dibalik cobaan yang begitu berat akan ada hikmahnya. Insya Allah ada pesannya, Insya Allah ada hal yang lebih indah menanti kita apabila kita memahami itu sebagai cobaan.

Setiap orang beriman diharapkan selalu berdoa kepada Allah SWT untuk mendapat perlindungan dan bisa berhasil lulus menghadapi wabah covid-19 ini.

Doa adalah diantara ikhtiar optimal yang mungkin untuk mengatasi pandemi, dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya.

Berdoa dilakukan sambil hati tetap teguh dalam keimanan, bersabar, bertawakkal dan berserah diri hanya kepada Allah.

Harus yakin bahwa ini adalah pilihan Allah yang terbaik. Di mana tidak tertutup kemungkinan yang dikira tidak baik itu, justru sesuatu yang sangat baik.

Yakinkan ini adalah yang sedang Allah rencanakan dan tetapkan untuk kemaslahatan hidup di dunia dalam menggapai kebahagiaan yang hakiki dan abadi di Akhirat nanti.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz