Data Pribadi Pengguna Muslim Pro Dibeli Militer AS!

Muslim Pro adalah aplikasi muslim paling populer di dunia dan Militer AS memiliki data pribadi penggunanya!

Featured-Image

EMPATPAGI.COM- Muslim Pro adalah aplikasi berbasis muslim yang sangat populer di kalangan dunia, terlebih di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim. Dilansir dari Aljazeera, militer AS telah membeli data pribadi pengguna muslim pro di seluruh dunia. Aduh, gimana dong ceritanya?

Data Pribadi Pengguna Muslim Pro Dibeli Militer AS!

m

Jadi, kabarnya Militer AS membeli data dari beberapa aplikasi bebasis ponsel yang ada di dunia, dan salah satunya muslim pro, nih. Dan data yang ada di muslim pro ini banyak banget karena udah di download sebanyak 100 juta kali di seluruh dunia! Investigasi oleh majalah online Motherboard yang diterbitkan pada hari Senin menemukan Komando Operasi Khusus AS memperoleh data lokasi dari beberapa perusahaan aplikasi smartphone.

Baca: Ini Dia 15 Ilmuan Muslim yang Terkenal Karena Penemuannya!

Aplikasi Muslim ditargetkan Militer AS!

s

Aplikasi paling populer di antara aplikasi yang ditargetkan adalah aplikasi shalat dan Quran Muslim bernama Muslim Pro, dengan lebih dari 98 juta download di seluruh dunia. Yang lainnya termasuk aplikasi dating Muslim juga, loh.

Berdasarkan catatan publik, wawancara dengan pengembang, dan analisis teknis, investigasi Motherboard mencatat beberapa perusahaan memperoleh data lokasi aplikasi saat pengiklan membayar untuk memasukkan iklan mereka ke sesi eksplor pengguna aplikasi ini.

Militer AS mengkonfirmasi laporan berita tersebut.

a

Militer AS menjelaskan kepada publik "Akses kami ke perangkat lunak digunakan untuk mendukung persyaratan misi Pasukan Operasi Khusus di luar negeri," kata Komandan Angkatan Laut Tim Hawkins. "Kami sangat mematuhi prosedur dan kebijakan yang ditetapkan untuk melindungi privasi, kebebasan sipil, hak konstitusional, dan hukum warga negara Amerika." Mereka beralasan semua itu tidak akan mengganggu hak-hak sipil para warga dunia, dan hanya untuk kepentingan “Operasi Khusus.”Hm, apa ya kira-kira?

X-Mode Perusahaan yang terlibat penjualan data tersebut

Dikutip juga dari Middle East Eye pada Selasa, 17 November 2020, Operasi Khusus AS (USSOCOM), membeli akses ke data privasi lokasi untuk membantu operasi pasukan khusus di luar negeri. USSOCOM merupakan satuan militer yang ditugaskan untuk melawan terorisme. Adapun cara kedua untuk mendapatkan data tersebut mereka melibatkan perusahaan bernama X-Mode yang memperoleh data lokasi langsung dari aplikasi kemudian menjual data tersebut ke kontraktor, dan berlanjut ke militer AS.

Baca: Pemanas Hubungan Negara Raksasa Amerika - Cina

X-Mode, mereka mengatakan melacak 25 juta perangkat di Amerika Serikat setiap bulan dan 40 juta di tempat lain –termasuk kawasan populer seperti di Uni Eropa, Amerika Latin, dan kawasan Asia-Pasifik.

Motherboard mencoba memasang aplikasi kencan Muslim Mingle ke ponsel Android dan melihat ponsel berulang kali mengirimkan koordinat geolokasi yang tepat bersama dengan nama jaringan WiFi kepada perusahan X-Mode ini. Penyelidikan Motherboard ini menemukan aplikasi lain yang menyampaikan data privasi lokasi termasuk aplikasi penghitung step langkah yang disebut Accupedo, aplikasi cuaca Global Storms, dan CPlus untuk Craigslist, banyak juga, yah!

Senator AS Ron Wyden mengatakan kepada Motherboard bahwa X-Mode juga sudah mengakui menjual data yang dikumpulkannya ke para "pelanggan militer AS" lainnya.

X-Mode tetap akan mempertahankan hal tersebut

a

“X-Mode melisensikan panel datanya ke sejumlah kecil perusahaan teknologi yang mungkin bekerja dengan layanan militer pemerintah, tetapi pekerjaan kami dengan kontraktor tersebut bersifat internasional dan terutama berfokus pada tiga kasus penggunaan: kontra-terorisme, keamanan siber, dan memprediksi COVID-19 yang akan muncul”kata perwakilan dari X-Mode kepada majalah online.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium