Agribisnis

Dicari CEO Agribisnis Milenial

Prioritas pertama bagi semua orang adalah adanya pangan yang cukup

Featured-Image
Ilustrasi agribisnis

EMPATPAGI.COM - Ditengah era Pandemi Covid 19, kita rasakan pentingnya pangan bagi kehidupan. Prioritas pertama bagi semua orang adalah adanya pangan yang cukup.

Pengadaan pangan berhubungan dengan sektor pertanian. Tetapi, berbalik arah dengan pentingnya sektor pertanian, terutama untuk pengadaan pangan di masa krisis, peran sektor pertanian dalam perekonomian nasional semakin turun.

A. Masalah Sektor Pertanian

Ada beberapa masalah dalam ekonomi pertanian diantaranya:

1. Rendahnya nilai netto hasil pertanian.

Harga netto=harga pasar - (biaya produksi+biaya transportasi) Contoh: harga beras Di pasar rata2 Rp. 12.500,- per kilogram.

Harga gabah petani (nilai netto+biaya produksi) dibawah Rp. 5.000,- per kilogram.

Kalau biaya produksi 50% dari harga gabah berarti nilai netto Rp. 2.500,- atau 20% harga pasar.

Baca: Apa Itu Mata Uang Digital Bitcoin, dan Bagaimana Cara Mendapatkannya

2. Untuk pertanian rakyat karena skala produksi kecil (lahan 0,3 ha per kapita)

Maka biaya produksi dan transportasi tidak efisien/mahal.Untuk keberhasilan sektor pertanian perlu peningkatan pendapatan pelaku pertanian.

Untuk peningkatan keuntungan atau penurunan biaya diperlukan efisiensi produksi dan transportasi melalui sistim produksi skala besar.

B. Pertanian Komunal menuju Sistim Agribisnis.

Seperti pertanian yang dilakukan di negara maju pelaku pertanian bukanlah petani tapi korporasi agribisnis.Pertanian nya dilakukan dengan luas lahan puluhan hektar atau lebih.

Karena kepemilikan lahan pertanian rata-rata 0,3 hektar. Maka untuk mencapai keperluan lahan dalam puluhan hektar diperlukan kelompok pertanian beranggotakan 100 petani yang mengerjakan puluhan hektar dengan sistim pertanian komunal.

Baca: 5 Tips Hasilkan Uang dari Internet untuk Pemula, Bisa dari Rumah!

Lahan sawah disatukan tanpa batas/galengan. Produksi dilakukan dengan teknologi seperti traktor dan alat moderen lainnya.

Kelompok petani akan menjadi komisaris sedangkan pelaksananya akan berada dibawah komando direktur utama/CEO.

Industri pertanian ini dikelola dalam skala besar dengan manajemen profesional.Dengan sistim pengelolaan professional, Agribisnis akan menarik bagi para milenial. Sudah waktu nya pengelolaan agribisnis diserahkan kepada CEO milenial.

C. Penutup

Selama ini pengelolaan pertanian dilakukan oleh petani dengan karakteristik lahan sempit Dan keuntungan margin.

Menghadapi globalisasi Dan digital ekonomi perlu perubahan pendekatan pengelolaan dengan sistim pertanian komunal dimana sistim pengelolaan Agribisnis dibawah komando seorang CEO, termasuk CEO milenial.

Baca: Ukuran Capaian Ekonomi selain 'GDP'

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz