Vape

7 Fakta Penting dari Vape atau Pods yang Harus Kamu Ketahui, Bahaya Atau Enggak ya?

Apakah kamu pengguna vape atau pods? Mending ketahui fakta-fakta berikut ini dulu yuk!

Featured-Image
Ilustrasi Perempuan Memakai Vape

EMPATPAGI.COM -Bahaya dari rokok tembakau memang mengancam dan membuat orang-orang untuk meninggalkan kebiasaannya untuk merokok dengan beralih ke vape atau pods alias rokok elektrik.

Banyak yang percaya kalau vape ini lebih aman dibandingkan rokok tembakau.

Walaupun harga vape atau pods lebih mahal dibandingkan rokok tembakau, ternyata sebenarnya vape enggak benar-benar jauh dari zat kimia berbahaya lho dan juga bisa mengancam kesehatan kamu.

Vape dan pods juga cepat mengambil hati para penggunanya karena mereka umumnya tergoda akan sensasi aneka rasa yang berasal dari liquid-nya itu sendiri.

Liquid vape menawarkan berbagai macam rasa dengan aroma yang bisa dipilih sesuai dengan kesukaan kamu sendiri.

Nyatanya, aroma dari vape dan pods enak dan berbeda dengan aroma asap rokok tembakau yang mengganggu kenyamanan orang-orang disekitar.

Nah, apakah vape dan pods berbahaya? Berikut penjelasan beberapa fakta pentingnya yang dilansir dari beberapa sumber!

Fakta Penting dari Vape atau Pods yang Harus Kamu Ketahui

1. Yang Keluar dari Vape Jelas Uap Bukan Asap

Ilustrasi Pria Menggunakan Vape
Ilustrasi Pria Menggunakan Vape

Vape enggak mengeluarkan asap seperti rokok tembakau, melainkan uap air. Tetapi masih banyak orang yang masih menanyakan apakah uap tersebut berbahaya?

Baca: Jangan Sembarangan! Ini 5 Bahan Masker Alami yang Bahaya untuk Kulit Sensitif

Salah satu studi di European Society of Cardiology tahun 2012 membahas efek akut penggunaan perangkat elektronik bernikotin terhadap fungsi miokard, dan menyatakan bahwa perangkat elektrik bernikotin enggak mengalami pembakaran dan memiliki komposisi kimia yang berbeda dengan rokok tembakau.

Uap air tersebut yang keluar enggak berbahaya jika dihirup. Namun enggak baik bila digunakan dalam waktu yang sering.

2. Bisa Membantu Para Perokok Aktif Untuk Berhenti Merokok Tembakau

Ilustrasi Vape
Ilustrasi Vape

Enggak jarang penikmat vape sehari-harinya masih tetap merokok, tapi biasanya seiring berjalannya waktu para perokok aktif lambat laun akan mengurangi jumlah rokok yang dihisap hingga akhirnya betul-betul berhenti merokok. D

ari salah satu studi, hanya sekitar 6% pengguna vape yang berhenti menggunakan vape dan kembali merokok tembakau.

3. Kandungan Logam Vape Sama Seperti Rokok Tembakau

Ilustrasi Orang Memegang Vape
Ilustrasi Orang Memegang Vape

Dalam sebuah penelitian menemukan kalau logam seperti nikel, perak, besi, alumunium, timah, kromium dan likat terkandung dalam asap vape dalam jumlah yang sama atau bahkan bisa lebih besar dibandingkan dengan rokok tembakau yang menghasilkan asap.

Baca: 5 Tempat Ngopi di Kemang Ini Miliki Ruang Terbuka, Nongkrong di Tengah Pandemi!

Partikel-partikel tersebut bisa saja merusak sistem pernapasan kamu, pertumbuhan sel yang abnormal bahkan bisa juga sampai menimbulkan risiko kanker.

4. Bisa Menyebabkan Bronchiolitis Obliterans atau Popcorn Lung

Pexels.com
Woman Holding Blue Vape (Pexels.com/Thorn Yang)

Penggunaan vape bisa memberikan risiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau sering disebut sebagai popcorn lung.

Kandungan kimia dari dalam vape atau pods ini secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil secara perlahan.

5. Bisa Membuat Kecanduan Walaupun ‘Nicotin-free’

Ilustrasi Orang Menggunakan Vape
Ilustrasi Orang Menggunakan Vape

Walaupun bebas nikotin dan bisa membuat berhenti merokok tembakau, vape dan pods bisa membuat kecanduan yang hampir sama seperti heroin dan kokain lho.

Baca: Trypophobia Ganggu Keseharian? Ini 5 Hal yang Ampuh Bantu Kurangi Rasa Fobia

Bahkan bila kamu benar-benar kecanduan, justru hal ini mendapatkan lebih banyak nikotin daripada rokok tembakau biasa.

6. Lebih Ber-risiko Terhadap Penyakit Paru-paru

Man Vaping Beside White Van (Pexels.com/Vazha Meladze)
Man Vaping Beside White Van (Pexels.com/Vazha Meladze)

Contohnya penyakit pneumobia lipoid, kasus ini disebabkan oleh reaksi peradangan terhadap keberadaan zat lipid di paru-paru, atau timbunan lemak yang ditemukan juga di jaringan paru-paru.

Para dokter mengatakan bahwa itu semua berhubungan dengan minyak berbasis gliserin yang ditemukan dalam vape dan pods.

7. Sama Berbahayanya dengan Rokok Tembakau

Ilustrasi Uap Vape
Ilustrasi Uap Vape

Vape dan pods terbuat dari nikotin yang dipanaskan dan ditambahkan dengan liquid dan bahan kimia lainnya untuk membuat uap air dan dihirup.

Sementara rokok tembakau biasa mengandung 7.000 bahan kimia, banyak diantaranya bahkan beracun. Jadi bahannya sebenarnya sama saja hanya dikemas dengan cara yang berbeda. Sebenarnya bagaimana kamu memakai alat vape dan pods ini secara bertanggung jawab, dan pilihan ada di tangan kamu sendiri. Yuk hidup sehat!

Baca: 5 Cafe di Grand Indonesia dengan Smoking Area

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz