Ini Dia Alasan Mengapa Motivasi Bisa Membuatmu Semangat Menurut Psikologi!

Manusia tanpa motivasi artinya dia sudah mati.

Featured-Image
Happy Face (Unsplash/Lidya Nada)

EMPATPAGI.COM- Motivasi memiliki wajah (Tipe) sesuai dengan seberapa banyak keinginan manusia untuk menggapai sesuatu. Definisi paling sederhana dari motivasi bermuara pada keinginan (Baumeister, 2016). Kami menginginkan perubahan dalam perilaku, pikiran, perasaan, konsep diri, lingkungan, dan hubungan. Orang sering berkata bahwa motivasi tidak bertahan lama. Begitu pula dengan mandi - itulah mengapa kami merekomendasikannya setiap hari. (Zig Ziglar) Lalu sebenarnya mengapa Motivasi bisa membuatmu semangat?

Apa, sih, sebenarnya Motivasi itu?

smile…it helps
smile…it helps (Unsplash/NeONBRAND)

Motivasi adalah proses internal. Apakah kita mendefinisikannya sebagai dorongan atau kebutuhan, motivasi adalah suatu kondisi di dalam diri kita yang menginginkan perubahan, baik di dalam diri maupun lingkungan. Ketika kita memanfaatkan sumber energi ini, motivasi memberi orang itu dorongan dan arahan yang dibutuhkan untuk terlibat dengan lingkungan dengan cara yang adaptif, terbuka, dan pemecahan masalah (Reeve, 2015).

Inti dari motivasi adalah energi dan perilaku yang diarahkan pada tujuan yang gigih. Ketika kita termotivasi, kita bergerak dan bertindak. Motivasi dipengaruhi oleh kepuasan kebutuhan yang diperlukan untuk menopang kehidupan atau penting untuk kesejahteraan dan pertumbuhan. Kebutuhan fisiologis akan makanan, air, dan seks (ya seks) berfungsi untuk memelihara kehidupan organisme dan juga memberikan kepuasan dari melakukannya.

Baca: Melihat Arti Cinta Sejati Dari Buku The Art of Loving Karya Erich Fromm

Motivasi dari sudut pandang Psikologi

Be Happy Signage
Be Happy Signage (Pexels.com/Brett Sayles)

Studi tentang motivasi dalam psikologi berkisar pada memberikan jawaban terbaik untuk dua pertanyaan mendasar: apa yang menyebabkan perilaku, dan mengapa perilaku bervariasi dalam intensitasnya? Ilmu motivasi adalah ilmu perilaku yang berusaha untuk membangun teori tentang apa yang merupakan motivasi manusia dan bagaimana proses motivasi bekerja.

Tingkah laku: Jadi bagaimana motivasi berperilaku? Dengan kehadiran, intensitas, dan kualitas. Motivasi terlihat melalui gerak tubuh dan ekspresi wajah, usaha yang intens, kesegeraan (atau seperti yang oleh para psikolog suka menyebutnya latensi pendek). Kehadiran motivasi juga dapat disimpulkan dari tingkat ketekunan dan ketegasan dalam memilih satu tujuan di atas yang lain, yang secara bersama-sama membuat kemungkinan terjadinya yang tinggi (Atkinson &Birch, 1970, 1978;Bolles, 1975;Ekman &Friesen, 1975 ).

Keterikatan: Motivasi juga bisa disimpulkan dari tingkat keterlibatan. Misalnya, dalam skenario pembinaan atau wawancara motivasi, seorang praktisi yang kompeten akan dengan antusias dan murah hati berkontribusi pada aliran percakapan (keterlibatan agen), mengungkapkan minat dan kesenangan (keterlibatan emosional), memproses secara mendalam dan memperhatikan (keterlibatan kognitif), dan bertahan dalam upaya ini seolah-olah waktu dan dunia luar tidak ada (keterlibatan perilaku). Dan ya, bagi banyak dari kita, kita jarang melakukan percakapan seperti itu.

Psikofisiologi: Ada lima ekspresi psikofisiologis motivasi

Woman In Black Bikini Sitting On Sand
Woman In Black Bikini Sitting On Sand (Pexels.com/cottonbro)
  • Aktivitas hormonal: Bahan kimia dalam air liur atau darah, seperti kortisol (stres) atau katekolamin (reaksi melawan-atau-lari).
  • Aktivitas kardiovaskular: Kontraksi dan relaksasi jantung dan pembuluh darah (sebagai respons terhadap insentif yang menarik atau tugas yang sulit / menantang).
  • Aktivitas mata: Perilaku mata —ukuran pupil (tingkat aktivitas mental), kedipan mata (mengubah keadaan kognitif), dan gerakan mata (pikiran reflektif).
  • Aktivitas elektrodermal: Perubahan listrik pada permukaan kulit (sebagai respons terhadap peristiwa penting atau mengancam).
  • Aktivitas Skeletal: Aktivitas otot, seperti ekspresi wajah (emosi tertentu), gerakan tubuh, atau menggeser berat badan dari satu sisi ke sisi lain selama percakapan di lorong yang membosankan (keinginan untuk pergi).
  • Aktivasi Otak: Sama seperti perubahan dalam perilaku, keterlibatan, dan psikofisiologi, aktivasi otak menandai naik turunnya status motivasi. Pola aktivitas saraf yang berbeda hadir dengan motivasi dan emosi masing-masing. Misalnya, hipotalamus aktif saat kita haus, dan saat kita merasa jijik, ada peningkatan aktivitas insular. Peneliti menggunakan peralatan canggih seperti elektroensefalografi (EEG) dan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk mengamati, mendeteksi, memantau, dan mengukur aktivitas saraf berbasis otak.

Menyatukan semua hal tersebut dapat menjawab pertanyaan sebenarnya tentang apa itu motivasi, tetapi yang terpenting apa yang dilakukannya, psikologi mendefinisikan motivasi sebagai naik turunnya kebutuhan, kognisi, dan emosi yang diekspresikan melalui pola perilaku, tingkat keterlibatan, dan aktivitas saraf dan psikofisiologis yang diarahkan. Sehingga dapat mewujudkan hasil kehidupan yang diharapkan.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium