Fintech

Kenali Jenis-Jenis Fintech Sesuai Dengan Kebutuhanmu!

Diperlukan kehati-hatian, meskipun telah ada badan pengawas keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuàngan (OJK), ancaman dari perusahaan Fintech ilegal yang dapat membuat nasabah dirugikan.

Featured-Image
Ilustrasi bank digital

EMPATPAGI.COM -Sekiranya layanan Fintech dibutuhkan, perlu dipertimbangkan layanan apa yang diperlukan. Layanan Fintech berbeda-beda dan pemilihan harus sesuai yang diperlukan.

Layanan Fintech akan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi. Diperkirakan semua aspek keuangan akan terlayani Fintech dimasa depan.

Untuk masyarakat yang ingin mengajukan layanan keuangan ke perusahaan Fintech, disarankan untuk memeriksa legalitas pendirian perusahaan ke OJK untuk keamanan dan kenyamanan.

Fintech: Pengertian, Jenis, Hingga Regulasinya di Indonesia

A. Layanan Keuangan yang Dibutuhkan

Sesuai layanan yang dikembangkan masing-masing Fintech terdapat beberapa layanan sebagai berikut:

  • Layanan Penggalangan Dana. "Crowdfunding" adalah sebuah layanan Fintech yang memiliki tujuan untuk melakukan penggalangan dana. Dalam layanan "crowdfunding" ini, pihak yang memberikan pinjaman akan terhubung langsung dengan peminjam.
  • Layanan investasi keuangan serta permodalan. Contoh kegiatan dari layanan tersebut adalah penggalangan modal, fasilitas kredit, dan pinjaman mikro.
  • Layanan pembayaran digital atau "digital payment." Pembayaran digital sudah mencakup banyak pembayaran barang dan jasa.
  • Layanan transaksi keuangan adalah seperti digital "payment," dompet digital, dan juga sistim P2P (peer to peer).

B. Macam Perusahaan Fintech

Fintech T-Cash

T-Cash disebut sebagai perusahaan Fintech terbesar di Indonesia. T-Cash adalah sebuah layanan digital yang diluncurkan oleh Telkomsel pada tahun 2010. Fungsi dari Fintech ini adalah untuk memudahkan proses transaksi antara konsumennya.

Fintech Amartha

Amartha merupakan salah satu perusahaan FinTech di Indonesia yang menerapkan layanan P2P lending. Produk yang mereka luncurkan diberi nama Tanggung Renteng.

Dalam produk tersebut terdapat sebuah sistem dimana perusahaan akan memberikan pinjaman kepada anggotanya yang berjumlah 15 -20 orang.

Baca: Perbankan Punya Waktu 10 Tahun Lagi Sebelum Tergilas Fintech

Jika salah satu anggota tidak bisa membayar pinjaman, maka anggota lain bisa untuk turut membantu membayar pinjaman tersebut.

Amartha sendiri hadir sejak tahun 2010, pada mulanya perusahaan bisnis ini menerapkan sebuah konsep balance sheet lending, yaitu menerapkan sistem pinjaman dimana modal yang diberikan berasal dari uang mereka sendiri atau dari perusahaan yang bekerjasama dengan mereka.

Fintech Cek Aja

Cek Aja adalah contoh Perusahaan Fintech Indonesia yang memiliki situs cekaja.com merupakan sebuah situs yang memberikan informasi layanan finansial yang mencakup asuransi, kredit, serta berbagai macam investasi.

Selain itu terdapat pula informasi perbandingan paket langganan TV kabel dan juga internet. Perusahaan FinTech yang mengakusisi program ini adalah perusahaan yang berasal dari Malaysia namun tumbuh berkembang dengan pesat di wilayah Indonesia.

Dengan kehadiran situs cekaja.com telah memberikan kemudahan pada semua orang, salah satunya memberikan layanan pinjaman tanpa angunan.

Fintech Bareksa

Bareksa adalah perusahaan Fintech yang berkembang di Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Februari 2013.

Bareksa ini merupakan sebuah "marketplace" yang dapat melakukan transaksi jual beli sebuah produk finansial reksa dana dengan online.

Baca: Mengenal Lebih dalam Tentang Pinjaman KTA, Biar Kamu Gak Kejebak!

Dalam Fintech ini terdapat juga informasi yang memuat tentang obligasi, saham, dan juga investasi.

Dalam bareksa dana marketplace ini tercatat 90 produk reksa dana yang bisa dibeli untuk investasi. Banyaknya produk tersebut tentu saja harus pintar memilih dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Fintech Doku

Doku adalah sistem pembayaran secara online di Indonesia yang didirikan pada tahun 2007.

Doku ini memiliki tiga produk utama yang diunggulkan, yaitu:

  • Doku Enterprie yang digunakan untuk sistem pembayaran berskala besar.
  • Doku Wallet merupakan sebuah layanan menyimpan uang digital.
  • Doku My Shopping Cart yang digunakan untuk bisnis kecil menengah atau untuk situs e-commerce. Sistem pembayaran onlinenya yang disediakan Doku begitu beragam, mulai dari Paypal, Mastercard, VISA, BNI Debit online, E-Pay BRI dan lainnya.

Fintech Go-Pay

Go-Pay bagi Anda pengguna transportasi online Go-jek pastinya sudah tidak asing dengan sebuah sistem pembayaran Go-pay yang ada dalam aplikasi tersebut.

Para pengguna Go-jek bisa melakukan deposit melalui Go-pay sehingga untuk pembayaraannya bisa dilakukan secara nontunai.

Baca: Ini 5 Rekomendasi Aplikasi Pinjol yang Bisa Dicicil dan Aman!

Pihak Go-jek sendiri menggandeng sebuah perusahaan yang bernama PonselPay untuk menyukseskan proses transaksi Go-Pay.

Selain digunakan untuk bertransksi, Go-Pay telah berkembang dengan pesat dengan adanya sebuah fitur tarik tunai dan juga transfer saldo.

Fintech Finansialku

Finansialku, di zaman serba canggih ini tak perlu khawatir akan perencanaan keuangan, pasalnya telah hadir sebuah Fintech bernama finansialku.com yang menawarkan sebuah tips untuk mengatur dan juga mengelola keuangan.

Fintech Uang Teman

Uang Teman merupakan sebuah perusahaan FinTech yang fokus menghadirkan layanan pinjaman tanpa agunan.

Layanan pinjaman yang diberikan dari mulai Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, dimana proses pengembaliannya dilakukan maksimal selama tiga puluh hari.

Uang telah mendapatkan pendanaan investasti sebesar 160 miliar.Investasi berasal dari perusaahaan besar global.

Fintech Modalku

Fintech Modalku memberi layanan pada kategori bisnis usaha kecil dan menengah atau biasa disebut dengan UKM, yang fokus memberikan pinjaman untuk para pelaku UKM mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta dalam jangka waktu tiga hingga dua belas bulan.

Ketika pihak Modalku menyetujuinya maka pengajuan tersebut akan terpampang disitus modalku dengan tujuan pihak pemberi pinjaman ataupun investor bisa melihat daftar kebutuhan pinjaman para pelaku UKM.

Fintech modalku didirikan pada bulan Januari 2016. Selama dua tahun Modalku telah mendapatkan pendanaan 100 miliar. Investasi tersebut berasal dari pendanaan perusahaan global.

C. Inovasi Layanan

Salah satu inovasi adalah sistim "membership" pada pengguna layanan Fintech. Agar keterikatan konsumen tetap terjaga, perusahaan Fintech akan memberikan bermacan keuntungan dari sistem "membership" tersebut.

Keuntungan yang diberikan bisa berupa bonus, potongan yang digunakan sebagai deposit pada kegiatan belanja selanjutnya.

Baca: 5 Tips Memulai Investasi Saham yang Menguntungkan, Untuk Pemula!

Layanan Fintech juga dapat berupa robot penasihat keuangan. Menggunakan sistem algoritma, Fintech akan memberikan layanan berupa manajemen aset secara online.

Layanan ini berguna memberikan saran manajemen tanpa adanya kontak langsung dengan manusia, dalam melakukan perencanaan keuangan.

D. Cek Legalitas Fintech ke OJK

Untuk di Indonesia, pemilihan Fintech perlu mempertimbangkan yang sudah mendapat otorisasi OJK sebagai dasar hukum dari berdirinya sebuah perusahaan Fintech. juga belum cukup tertata dengan baik.

Diperlukan kehati-hatian, meskipun telah ada badan pengawas keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuàngan (OJK), ancaman dari perusahaan Fintech ilegal yang dapat membuat nasabah dirugikan.

Untuk masyarakat yang ingin mengajukan bantuan finansial ke perusahaan Fintech disarankan untuk memeriksa legalitasnya.

Baca: Mengenal Lebih dalam Tentang Pinjaman KTA, Biar Kamu Gak Kejebak!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz