Edukasi

Menghadapi Kesulitan Dan Tantangan Belajar di Luar Negeri dengan "Merdeka Belajar."

"Merdeka Belajar"adalah program pendidikan di Indonesia yang mendukung program "experiential learning"dengan jalur yang fleksibel.

Featured-Image
Ilustrasi Pendidikan tinggi

EMPATPAGI.COM -Dengan program "Merdeka Belajar," diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan "passion" dan bakatnya.

Pengalaman "Merdeka Belajar" penulis adalah fleksibelnya latar belakang pendidikan mahasiswa untuk mengikuti salahsatu jurusan di universitas luar negeri.

A. Sarjana Bahasa melamar program Doktor Ekonomi

Hampir tidak mungkin seorang sarjana yang belum belajar ekonomi dapat diterima ketika melamar menjadi kandidat doktor di Indonesia.

Hal diatas kecuali untuk yang belajar ilmu teknik karena sarjana teknik/insinyur sangat kuat di matematika dan kuantitatif, ilmu yang sangat dibutuhkan dalam analisa ekonomi.

Di luar negeri, seperti di Amerika Serikat dan di negeri maju lainnya karena menganut "Merdeka Belajar" sangat dimungkinkan sarjana non eksakta diterima di program doktor ekonomi.

Baca: Tantangan Sistim Kuliah Era Digital

Memang ada sedikit kesulitan pada waktu akan melamar karena salahsatu syaratnya mengambil tes masuk program "graduate" yang bernama "graduate record examination (GRE)." GRE terdiri tes kuantitatif, analisa kualitatif dan analisa bahasa.

Untuk seorang kandidat doktor, penekanan adalah pada tes kuantitatif Dan diharapkan diangka 90 persen keatas. Dan perlu diingat karena banyak lawan mungkin yang diterima hanyalah mereka yang di angka mendekati 100 persen.

Karena penulis latar belakangnya pendidikan bahasa dan belum pernah mendapatkan pelajaran kuantitatif dan matematika tinggi. Kesulitan pertama datang dari tes GRE ini.

Jalan keluarnya, penulis terpaksa belajar matematik Dan statistik selama 4 bulan lebih di Amerika Serikat sebelum melamar untuk program doktor.

Lepas dari tahap tes GRE karena kuantitatif 97%, secarik kertas tanda diterima program doktor datang dari universitas.

B. Belajar Langsung Matematika Tinggi Dasar Analisa Ekonomi

Setelah mulai program doktor ekonomi, terasa pentingnya penguasaan matematika tinggi sebagai landasan untuk melakukan analisa ekonomi.

Kesulitan kedua karena dianggap sudah banyak menguasai ilmu ekonomi, pembicaraan di kelas langsung ke substansi ekonomi tanpa pengantar lagi. Untuk yang memiliki latar pendidikan non-ekonomi situasi ini memberatkan.

Semester pertama selamat karena hanya mengambil satu pelajaran ekonomi. Dua pelajaran dipilih pelajaran bahasa Inggris dan ilmu matematika/kuantitatif.

C. Belajar dengan Mengajar Menjadi "Teaching Assistant."

Di semester kedua ada lowongan untuk menjadi "teaching assistant" mengajar Mahasiswa tingkat 1 pengantar ekonomi. Tes hanya bahasa Inggris harus bisa dimengerti pendengar, karena muridnya mayoritas orang Amerika.

Dari calon pengajar berlatar belakang ekonomi, matematik/kuantitatif Dan bahasa Inggris. Mereka yang mempunyai latar belakang ekonomi diuntungkan.

Baca: Agribisnis Akan Menjadi Idaman Milenial?

Dengan diterima sebagai " teaching assistant," proses belajar tertolong. Karena harus mengajar maka belajar persiapan mengajar yang sangat membantu proses menguasai ilmu ekonomi.

Menjadi seorang "teaching assistant" memang melelahkan tapi membantu akademis dan keuangan mahasiswa.

D. Bingung Menulis Thesis/Disertasi Hasil Riset Ekonomi

Riset ekonomi pendekatannya berbeda dengan riset pendidikan dan riset ilmu sosial. Masalahnya semakin rumit karena riset ekonomi banyak menggunakan pendekatan kuantitatif.

Setelah di tahun ketiga program Doktor, kesulitan yang dihadapi adalah melakukan riset untuk bahan penulisan thesis/disertasi.

Karena menganut "Merdeka Belajar" di Amerika Serikat, Mahasiswa dianjurkan untuk mendapatkan pengalaman bekerja/magang diluar perguruan tinggi.

Untuk mahasiswa jurusan ekonomi, magang biasanya dilakukan di lembaga international atau lembaga keuangan disamping lembaga riset.

Kesulitannya adalah mendapatkan tempat magang yang sesuai. Untuk lembaga yang strategis, satu lowongan bisa diperebutkan oleh banyak calon peserta magang.

Magang di lembaga international seperti Bank Dunia banyak yang memperebutkan. Kalau setiap tahun, Bank Dunia mengundang 100 mahasiswa magang, calon yang melamar bisa mencapai ribuan.

Untuk mendapatkan tempat magang perlu mempelajari ketertarikan lembaga yang kita tuju untuk magang. Umpamanya, untuk Bank Dunia usulan riset magang tentang negara berkembang sangat disukai dan meningkatkan kemungkinan terpilihnya mahasiswa untuk magang.

Dari pengalaman penulis terpilih magang di Bank Dunia karena ingin membandingkan Sumberdaya manusia di Indonesia dengan negara macan Asia seperti Korea dan Taiwan.

Memang banyak kesulitan dan tantangan untuk belajar di luar negeri tetapi mereka sudah menerapkan "Merdeka Belajar," sejak dahulu

Baca: Ini 5 Band Indie Indonesia yang Dikira Berasal dari Luar Negeri

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz