Nama Djoko Tjandra Kembali Muncul, KPK Didesak Selidiki Kasus Ada Tersangka Baru!

Kasus Djoko Tjandra merupakan salah satu kasus korupsi yang paling besar di 2020

Featured-Image
Tersangka Djoko Tjandra

EMPATPAGI.COM- KPK didesak oleh organisasi MAKI atau Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi terhadap tersangka Djoko Tjandra. MAKI meminta KPK agar menyelidiki pihak-pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kasus ini.

Baca: Efek Kepulangan Habib Rizieq! Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Hilang Jabatan!

KPK Didesak Selidiki Kasus Ada Tersangka Baru!

Slogan Masyarakat Dunia
Slogan Masyarakat Dunia

Boyamin Saiman, selaku koordinator MAKI memberikan sejumlah bukti keterangan kepada KPK yang berkaitan dengan dugaan perkara ini. Mulai dari dugaan kode “Bapakku-bapakmu”hingga sosok King Maker. Sejumlah berkas bukti ini sudah disampaikan mulai dari bulan September.

Boyamin minta tetapkan tersangka baru!

Boyamin Saiman
Boyamin Saiman

Boyamin Saiman menyebut kasus Djoko Tjandra dapat mencuat karena adanya campur tangan dari sosok King Maker ini, King Maker membocorkan kasus karena jasa King Maker menawarkan fatwa dibatalkan oleh pihak Djoko Tjandra waktu itu.

Boyamin meminta KPK untuk kembali serius dalam menangani kasus ini dan segera menetapkan tersangka yang baru, ia yakin dalam penyidikan kali ini akan ditemukan adanya tersangka baru. "Dan mudah-mudahan apa yang telah saya sampaikan dengan jelas ke KPK mampu untuk diimplementasikan dalam bentuk dokumen penyidikan-penyelidikan berupa berita acara pemeriksaan saksi didalami dan bisa diproses tersangka baru di KPK yang itu menyasar yang lebih besar lebih tinggi," ujar Boyamin.

Nawawi Pomolango segera analisa dokumen!

Nawawi Pomolango
Nawawi Pomolango

Wakil ketua KPK Nawawi Pomolango langsung didesak untuk mengusut tuntas kasus ini, Nawawi kemudian berbicara akan segera menggelar hasil dari analisa dokumen-dokumen tersebut. Salinan dokumen tersebut akan digabungkan dengan berkas-berkas dari Bareskrim maupun Kejagung, namun katanya kedua dokumen itu sampai saat ini mengaku belum ia terima. "Tim supervisi kami sudah 2 kali meminta dikirimkan salinan berkas dokumen dari perkara tersebut (Djoko Tjandra), baik dari Bareskrim maupun Kejagung, tapi sampai saat ini belum kami peroleh," tambah Nawawi.

Baca: Apa Yang Terjadi Pada Uji Coba Vaksin COVID-19? Begini Kabarnya!

Dokumen Bareskrim dan Kejagung menentukan segalanya

Bareskrim Polri
Bareskrim Polri

Nawawi juga menambahkan kalau dokumen-dokumen tersebut akan menjadi kunci dalam penentuan tersangka berikutnya, terutama pihak-pihak yang belum diusut oleh Bareskrim dan Kejagung. Nawawi juga menegaskan sebagaimana Perpres Nomor 102 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, KPK berwenang untuk melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi, yakni Polri dan Kejaksaan Agung.

Adapun saat ini, tersangka yang telah ditetapkan terkait dugaan kasus Djoko Tjandra adalah Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Irjen Napoleon, Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo, dan Tommy Sumardi.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium