Bisnis

Pemanas Hubungan Negara Raksasa Amerika - Cina

Tidak hanya perang dagang dan tuduhan menutup-nutup data Covid 19, ada beberapa hal yang memanaskan hubungan Amerika Cina.

Featured-Image
Trump (Newspaper) (Unsplash/Charles Deluvio)

EMPATPAGI.COM - Ketidakpastian Bisnis perusahaan di Cina, Larangan memasok perusahaan Cina Huawei, "show of force" kekuatan militer oleh kedua negara, serta menahan visa ilmuwan dan mahasiswa adalah tanda-tanda yang memanaskan Hubungan dua raksasa Amerika-Cina.

Tanda-Tanda yang Memanaskan Hubungan Amerika dan China

A. Komunitas Bisnis Amerika di Cina Makin Was-was

Hubungan AS-Cina kian panas, pebisnis Amerika di Cina makin was-was memikirkan perkembangan hubungan dua negara raksasa Amerika - Cina.

Perusahaan asal Amerika Serikat di Cina khawatir ketegangan hubungan dua negara besar di dunia ini akan berlarut-larut lama.

Dalam sebuah survei yang juga menunjukkan bahwa hampir sepertiga perusahaan asal Amerika di Cina mengatakan sukarnya untuk mempertahankan bisnis mereka karena telah terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Baca: Perang Dagang Amerika-Cina Diteruskan Dengan Tudingan Asal Virus Corona

Menurut survei bisnis tahunan yang dilakukan oleh Kamar Dagang Amerika di Shanghai dan konsultan, lima puluh persen perusahaan responden mengatakan mereka yakin hubungan yang memburuk akan bertahan setidaknya tiga tahun.

Ketegangan hubungan AS-Cina adalah perhatian utama bagi komunitas bisnis Amerika di Cina.

Ketegangan AS-Cina yang sudah tinggi setelah perang dagang, semakin meningkat karena wabah corona.

B. Dilarang Amerika untuk Memasok Huawei

Samsung dan LG berhenti memasok Ke Huawei Cina karena dilarang Amerika. Cina marah karena Amerika terus menerus menambah sanksi di kasus Huawei.

Samsung dan LG stop pasok panel layar ke Huawei. Unit bisnis layar dari Samsung Electronics dan LG disebut akan berhenti memasok panel untuk "smartphone premium" ke Huawei Technologies.

Hal ini sejalan dengan aturan pembatasan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat ke raksasa teknologi asal Cina ini.

Baca: Bagaimana Melakukan Analisis Investasi Publik?

Sementara LG Display mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah AS akan berdampak minimal pada perusahaan mengingat pengiriman panel ke Huawei terbilang sedikit.

AS semakin memperketat pembatasan pada Huawei pada bulan Agustus dengan melarang pemasok menjual chip yang dibuat menggunakan teknologi Amerika tanpa lisensi khusus.

Samsung Display dan LG Display disebut telah memutuskan untuk menghentikan pasokan ke Huawei sejak pembatasan mulai berlaku pada 15 September.

Pasalnya larangan tersebut mencakup chip yang diperlukan untuk mengoperasikan layar, dan pesanan dari Huawei tidak mengambil porsi besar dari bisnis mereka dibandingkan dengan pelanggan lain.

C. "Show of Force" Amerika vs. Cina

Hubungan Amerika Cina kembali memanas, sejumlah jet tempur Cina kembali terbang diatas Taiwan. Ini memanaskan Amerika.

Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) sepertinya sudah gerah dengan sejumlah aksi kapal-kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat, yang dianggap menerobos wilayah teritorialnya. Langkah tegas pun diambil militer Cina, dengan menurunkan salah satu kendaraan tempur laut andalannya.

Dalam beberapa laporan, militer Amerika seakan tak peduli dengan klaim dan ancaman Cina. Angkatan Laut Amerika berulang kali mengerahkan kapal perusak berpeluru kendali USS Mustin (DDG-89) ke Kepulauan Paracel (Paracel Islands).

Yang terakhir, pada 31 Agustus 2020 lalu kapal perusak berpeluru kendali USS Mustin kembali masuk ke Selat Taiwan.

Baca: Konsumsi vs Investasi Di Masa Resesi Pandemi

Angkatan Laut Amerika tak segan menyatakan pengerahan kapal perang USS Mustin ke wilayah tersebut tak lain adalah untuk menantang Cina. Amerika bersikeras bahwa Cina telah melakukan pelanggaran peraturan internasional, dan merugikan sejumlah negara di kawasan Laut Cina Selatan.

Pengerahan kapal perusak USS Mustin adalah untuk menentang klaim maritim yang berlebihan dan memperkuat hukum laut di perairan internasional, itu bunyi pernyataan Angkatan Laut Amerika.

Kapal induk Type 002 Shandong akan berangkat dari galangan kapal Jiangnan, Shanghai. Kapal induk Shandong diturunkan untuk ikut ambil bagian dalam latihan tempur selama 20 hari, di wilayah Laut Bohai.

Di sisi lain, Angkatan Laut Amerika juga berencana untuk mengirim kapal induk terbarunya, USS Gerald R. Ford (CVN 78).

Ternyata Cina sudah mengetahui rencana militer Amerika. Oleh sebab itu, kapal induk Shandong nantinya akan membawa jet tempur Shenyang J-15 dan helikopter angkut Changhe Z-18.

Setelah ditempatkan di Armada Laut Selatan Angkatan Laut Cina di Sanya, kapal induk Shandong sempat mengikuti latihan perang selama 23 hari di Laut Bohai dan Laut Kuning, Mei hingga Juni 2020.

Kapal induk Shandong diprediksi akan jadi andalan Angkatan Laut Cina untuk menghalau serangan militer Amerika, yang mencoba menghalangi misi untuk merebut kembali Republik Taiwan

D. Amerika - Cina Memanas, Visa Ilmuwan dan Mahasiswa Ditahan.

Amerika menahan tiga orang ilmuwan militer Cina terkait kecurangan visa. Amerika telah menolak lebih dari 1.000 visa warga negara Cina yang ingin masuk negaranya.

Tujuannya untuk menghindari risiko keamanan. Penolakan permintaan ini dilakukan sesuai pidato Presiden Trump pada 29 Mei lalu yang mengatur tentang penangguhan pelajar dan peneliti Cina karena dianggap berisiko.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika, mengumumkan, aturan itu berlaku untuk mahasiswa dan peneliti pascasarjana Cina yang terkait dengan strategi fusi militer Cina untuk mencegah mereka mencuri dan melakukan penelitian sensitif.

Baca: Target Ekonomi Indonesia Di Masa Covid 19

Amerika menduga bahwa Cina menjalankan praktik bisnis yang tidak adil dan spionase bisnis, termasuk percobaan untuk mencuri penelitian virus Corona. Amerika menuduh Cina menggunakan visa pelajar untuk mengeksploitasi akademisi Amerika.

Amerika juga mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja budak memasuki pasar kami, menuntut agar Cina menghormati martabat yang melekat pada manusia merujuk pada dugaan pelecehan Muslim di wilayah Xinjiang, Cina.

Di sisi lain, Cina sejak bulan Juni sudah menentang langkah Amerika membatasi pelajar Cina belajar di Amerika. Cina juga mendesak Washington berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertukaran dan pemahaman bersama hubungan pendidikan tinggi.

Sejumlah calon mahasiswa Cina yang mendaftarkan diri ke universitas di Amerika juga sudah menerima email pemberitahuan dari Kedutaan Besar Amerika di Beijing atau Konsulat AS di Cina bahwa visa mereka sudah ditolak.

Baca: Ukuran Capaian Ekonomi selain 'GDP'

.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz