Pengembangan Ekosistem Digital, Kunci Suksesnya Industri 4.0 di Indonesia

Menuju era Industri 4.0, Indonesia perlu mengembangkan Ekosistem Digital yang meliputi, diantaranya kecerdasan artifisial, "big data"dan 5G.

EMPATPAGI.COM - Kesiapan ekosistem mencakup sisi teknis seperti manajemen spektrum, ketersediaan perangkat, dan isu non-teknis seperti pemahaman dasar terhadap 5G, serta kemampuan SDM Indonesia untuk mengambil manfaat dari teknologi ini.

Pengembangan ekosistem dapat mendukung tercapainya posisi kompetitip Indonesia dalam industri 4.0 di era ekonomi digital.

Pengembangan ekosistem digital sesuai dengan upaya Indonesia untuk makin berdaya saing dalam Revolusi Industri 4.0 melalui inovasi di bidang sains dan teknologi, khususnya inovasi di bidang digital.

Pengembangan Ekosistem Digital Upaya Bersaing dalam Revolusi Industri 4.0

1. Peningkatan SDM Untuk Pengembangan Ekosistem Digital

The architecture and interior design of Shanghai Baoye Center are both designed by LYCS Architecture. The interior design shares its architectural clue, which penetrates both its content and context, interweaves with its spatial logic. The inherent beauty of architecture is deliberately planted in its interior space as one of the most significant interior elements.
(Unsplash/LYCS Architecture)

Pengembangan Ekosistem digital perlu dimulai dengan pengembangan kompetensi SDM di bidang kecerdasan artifisial, " big data" dan 5G.

Pengembangan ekosistem digital di Indonesia kuncinya adalah pengembangan infrastruktur yang baik sehingga mampu memberikan jangkauan yang luas.

Lebih dari setengah penduduk Indonesia (lebih dari 130 juta orang) kini telah terhubung ke internet.

Data ini mengindikasikan kenaikan peranan internet. Penyebabnya adalah perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan "smartphone" atau perangkat genggam.

Baca: Menghadapi Kesulitan Dan Tantangan Belajar di Luar Negeri dengan "Merdeka Belajar."

Keberadaan ekonomi digital ditandai dengan semakin maraknya perkembangan bisnis yang memanfaatkan internet sebagai medium untuk kolaborasi dan kerjasama antar perusahaan ataupun antar individu.

Hal ini dibuktikan dengan maraknya perusahaan baru maupun lama yang terjun ke dalam e-business dan e-commerce.

Ekonomi digital sendiri merupakan arena virtual di mana bisnis dilakukan, nilai diciptakan dan dipertukarkan.

Transaksi berlangsung serta hubungan satu ke satu dilakukan dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran.

2. Dukungan Untuk Pengembangan "Start-up"

Unsplash/Ant Rozetsky
(Unsplash/Ant Rozetsky)

Berkembangnya "Start-up" memperlihatkan geliat "start-up" sebagai bagian dari ekosistem digital di Indonesia, yang berkembang dengan sangat baik.

Untuk dapat mendorong perkembangan bisnis "start-up' diperlukan sebuah ekosistem yang tidak hanya ditunjang oleh layanan internet, namun juga dengan pembinaan atau pendampingan nyata dari pemerintah.

Baca: Ingin Dilirik Rekruiter? Ini 10 Contoh Template Pesan untuk HRD di LinkedIn

Hal ini dapat memperkuat sebuah "start-up." Tersedianya perangkat dan sekaligus layanan internet yang dapat membantu para pelaku industri digital menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Layanan internet juga harus mampu membuat waktu online penggunanya menjadi lebih baik sehingga dapat mendukung terwujudnya sebuah investasi yang efisien.

Untuk mendukung perkembangan industri digital di Indonesia akan terwujud dengan memberikan program pembinaan atau pendampingan.

Untuk mendampingi anak-anak muda yang bercita-cita ingin memanfaatkan internet untuk menjalankan usaha mereka di masa depan.

3. Daya Saing Nasional Dan Global Sebagai Target

find more at @joshrh19 (Instagram)
find more at @joshrh19 (Instagram) (Unsplash/Joshua Rawson-Harris)

Saat ini adalah masa dimana perkembangan teknologi membawa kita pada sebuah kesempatan untuk melakukan inovasi tanpa batas.

Kondisi ini memiliki makna tersendiri bagi para pemain baru bisnis digital untuk mencari peluang dan membuka bisnis, serta bagi pemain lama untuk berkembang dan berekspansi.

Oleh karena itu, melalui produk dan programnya akan terus berkomitmen membantu perkembangan industri digital di Indonesia yang tidak hanya dapat bersaing di skala nasional, namun juga di skala internasional.

Baca: Potensi Adaptasi Generasi Milenial Menuju Industri 4.0

Indonesia posisinya adalah mengejar karena ada negara lain yang menjadi pionir dalam pengembangan ekosistem digital dan produknya akan siap untuk membanjiri pasar global.Target Indonesia adalah untuk dapat maju dalam posisi memiliki daya saing dalam pengembangan Ekosistem yang ditandai dengan pencapaian meraih teknologi terdepan dalam menciptakan ekosistem digital.

Tugas mengembangkan ekosistem adalah untuk keseluruhan pemangku kepentingan dalam tranformasi digitalisasi. Tugas ini tidak hanya untuk pemerintah saja atau pengusaha saja.

Tugas pengembangan Ekosistem adalah untuk seluruh masyarakat yang menjadi pemangku kepentingan pengembangan industri 4.0 di Indonesia.

Baca:

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium