Industri 4.0

Potensi Adaptasi Generasi Milenial Menuju Industri 4.0

Perkembangan revolusi industri 4.0 yang sangat pesat membawa perubahan yang menyebabkan industri akan semakin efisien.

Featured-Image
Shot with @expeditionxdrone (Unsplash/chuttersnap)

EMPATPAGI.COM - Dunia saat ini tengah mengalami transisi menuju revolusi industri 4.0 dimana teknologi digital akan menjadi dasar manusia dalam menyelesaikan segala pekerjaan bahkan menjadi solusi dalam setiap permasalahan.

Revolusi industri 4.0 yang menggunakan sistim digital dalam proses industri akan memberikan perubahan yang sangat besar dalam kehidupan manusia.

Saat ini, revolusi industri seperti mengalami puncak perkembangannya dengan melahirkan teknologi digital yang memberikan dampak masif terhadap kehidupan, sehingga dapat menghubungkan semua manusia di seluruh dunia.

Masyarakat yang terhubung itu menjadi basis transaksi perdagangan dan transportasi.

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

A. Peran Milenial yang Mudah Beradaptasi

Jika masyarakat Indonesia tidak menyikapi perkembangan ini dengan baik, akan timbul berbagai masalah, mulai dari masalah pendidikan, sosial budaya, hingga teknologi karena ketinggalan dan keterbelakangan.

Sebagai generasi milenial yang sangat cepat beradaptasi dengan teknologi digital tentunya harus mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan ini.

Langkah generasi milenial dalam mewujudkan "Making Indonesia 4.0" akan menentukan suksesnya revolusi industri 4.0.

Perlu menentukan langkah generasi milenial dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dalam bidang pendidikan, teknologi, dan sosial budaya.

Generasi milenial akan menjadi pionir dan penggerak perubahan menuju revolusi teknologi digital dengan kemampuannya mengikuti perubahan.

B. Program Nasional Strategi Making Indonesia 4.0

Industri 4.0 diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pada era globalisasi ini.

Langkah strategis "Making Industri 4.0 Indonesia" menjadi agenda nasional. Agenda ini adalah untuk diimplementasikan secara kolaborasi dan sinergi di antara pemangku kepentingan.

Perubahan diarahkan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Peta jalan tersebut mampu merevitalisasi industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di era digital.

Visi pembangunan industri memang harus bersifat jangka panjang.

Di dalam "Making Indonesia 4.0," aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

C. Lima Sektor Andalan Industri 4.0

Adapun lima sektor yang telah dipilih dan mendapat prioritas pengembangan untuk menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri automotif, industri kimia, dan industri elektronika.

Kelima sektor itu mampu memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 60% dan menyerap 60% tenaga kerja di industri di lima sektor tersebut.

Kalau berbicara produk global, 60% produk yang beredar di dunia adalah dari lima sektor itu.

Namun demikian, sektor industri lainnya bukan berarti tidak berperan penting.

Penerapan industri 4.0 tidak akan meninggalkan sektor yang saat ini masih menggunakan teknologi di era industri 1.0 - 3.0 yang belum menggunakan sistim digital.

D. Fasilitas Pendukung Industri 4.0

Implementasi industri 4.0 diyakini meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih mudah dan maksimal.

Namun, seiring dengan kita mendorong ke arah teknologi industri 4.0, kita harus juga membangun "device, network, and application" di dalam negeri sehingga tidak sepenuhnya tergantung luar negeri.

Oleh karena itu akan ada fasilitas pembangunan "Digital Capability Center" (DCC). Fasilitas ini adalah untuk sektor industri kecil dan menengah yang bisa memanfaatkan fasilitas DCC.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz