Potensi Bisnis Terbaik Pasca Pandemi Menjelang Tahun Baru 2021

Pandemi belum tentu akan selesai pada tanggal 31 December 2020 terutama karena program vaksinasi masih pada tahap awal dan belum berjalan cepat.

Featured-Image
Ni Putu Ayunda pegawai BUMN jual Jamu

EMPATPAGI.COM - Namun demikian, Tahun Baru 2021 harus disambut dengan optimistik. Ada masa depan yang dapat kita harapkan pasca pandemi untuk jalannya bisnis.

Namun, pada 2021, masyarakat justru akan lebih memiliki harapan, yakni bahwa di masa depan pandemi mulai perlahan hilang. Semua aspek diluar kesehatan, termasuk ekonomi akan membaik.

Potensi Bisnis Terbaik Tahun 2021 Pasca Pandemi

1. Perubahan di Tahun Baru 2021 Yang Diharapkan

Unsplash/Chris Gilbert
(Unsplash/Chris Gilbert)

Perbedaan utama dibandingkan dengan tahun 2020, pemerintah pada tahun 2020 banyak menggelontorkan bantuan, termasuk untuk pengusaha. "Supply side" banyak didorong dengan harapan bisnis lokal tidak macet.

Sementara pada 2021 harus ditekankan pada program pemulihan dengan meningkatkan "demand side."

Diprediksi masyarakat akan mulai membelanjakan uang mereka kembali, atau akan ada peningkatan "consumer spending."

Baca: Ini 5 Ide Bisnis Rumahan dengan Modal Kecil, Viral di Tahun 2020

Tahun 2020 disebut masa resesi, diharapkan pada 2021 akan terjadi "rebounding." Sehingga, masyarakat yang tadinya pesimistis pada 2020 akan mulai optimistis dalam menyongsong Tahun Baru 2021.

Bisnis harus dapat menangkap peluang. Di masa pasca ketakutan masyarakat akan pandemi harus dilihat sebagai kesempatan.

Selain itu, pada tahun 2020 yang serba digital, mulai dari produk, jasa, sampai pertemuan kantoran, akan kembali beranjak offline. Platform online tidak akan hilang, tetapi masyarakat akan menggabungkannya dengan offline.

Satu hal lagi yang akan menjadi pembeda adalah market atau pasar yang mengalami de-globalisasi. Bila sebelum krisis perputaran produk dan jasa bisa sampai ke pasar yang luas, termasuk ke luar negeri. Kini menjelang 2021 akan lebih banyak pengusaha fokus kepada pasar lokal.

2. Kesempatan Tercipta Pasca Pandemi

Four Dice. A tribute to chance. We accept a certain amount of risk in life for the possibility of winning. The study of statistics and probability theory reveals that the most possible outcome is that we loose in games of luck. But we are humans. We choose differently. We believe that when we grab four dice and throw them on a flat surface they will all end up with 6's facing up. This is what (most often than not) makes us victims, but it is also what makes us human. This knowledge is surprisingly obvious to people who fall in either situation. People who lost or won in life by taking risks.
 (Unsplash/Terry Vlisidis)

Ada beberapa hal yang telah tercipta dengan adanya pandemi ini, diantaranya:

Krisis Pandemi Menciptakan Kesempatan Berubah

Krisis memperlihatkan bahwa apa yang kita biasanya lakukan sebelumnya adalah hal yang menghalangi kemajuan. Apa yang kita lakukan menghalangi kemajuan hidup, dan menghalangi arah menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu hal yang biasanya kita lakukan seakan akan itu sudah jalan hidup. Kita tidak mencoba membuat perbaikan perbaikan.

Pada waktu krisis kita tidak ada opsi lain kecuali melakukan perbaikan perbaikan itu. Sebelum krisis belum terfikir bahwa kita bisa bekerja dari jauh/dari rumah online. Sekarang itu semua mungkin. Seperti nya kita "reinventing" sesuatu menuju perbaikan hidup. Semua itu terjadi karena ada pandemi.

Krisis Menciptakan "Demand" Baru

Sebelum pandemi, perusahaan enggan menerima sistim kerja jarak jauh. Waktu itu memang sistim yang mendukung masih terbatas seperti Zoom saja.

Sekarang semua berubah, pandemi telah Menciptakan "demand" sistim mendukung "teleconferencing."

Baca: 5 Jurus Sukses Membangun Bisnis FinTech yang Sustainable!

Diperlukan juga banyak penggunaan internet yang berarti "demand" untuk peralatan digital meningkatkan. In berarti juga diperlukan "digital processing" dan perangkat lunak yang mengiringinya.

Krisis Telah Merubah Aturan Aturan

Sebelum pandemi, jarang kita datang ke restoran dan membeli makanan dibungkus. Sekarang menjadi mode Dan sangat praktis.

Sebelum Pandemi barang kita bisa kontrak dokter atau guru jarak jauh. Sekarang semua berubah. Konsultasi jarak jauh sudah keharusan.

Untuk bisnis semua perubahan ini harus menjadi kesempatan baru. Pertanyaan nya: dapatkah kita mereorientasi bisnis sehingga sesuai dengan keadaan pasca pandemi? Kalau bisa berarti sukses.

3. Potensi Bisnis Lokal Pada Masa Pandemi

Fish trading activities, Traditional markets
Fish trading activities, Traditional markets (Unsplash/The Ian)

Banyak potensi peluang bisnis pasca pandemi yang diprediksi menjanjikan. Berikut ini beberapa peluang bisnis setelah pandemi:

Menjual Makanan Dan Minuman

Rekomendasi Tempat Makan di Jogja

Bisnis kuliner seperti kafe dan restoran dengan layanan makan di tempat (dine-in) merupakan salah satu bisnis yang paling terdampak dari pandemi. Sekitar 60% konsumen Indonesia memilih mengurangi frekuensi makan di tempat selama pandemi.

Meskipun demikian, bisnis kuliner ternyata termasuk salah satu bisnis yang sukses bertahan di tengah pandemi. Hal ini karena beberapa pemilik bisnis jeli melihat peluang pasar.

Dengan strategi bisnis tidak terpengaruh dengan sepinya dine-in. Bisnis mereka mulai diarahkan ke produk "takeaway" dengan penjualan online.

Selain itu "frozen food," dan makanan ringan ternyata juga berpeluang menjadi bisnis baru setelah pandemi. Produsen makanan ringan asal Bandung mampu meraih penjualan hingga tiga kali lipat selama pandemi. Kunci suksesnya berasal dari kejelian menarik minat pembeli terutama melalui aplikasi online.

Secara umum, omzet pendapatan UMKM sektor makanan dengan platform online seperti Gojek memang meningkat hingga hampir 3 kali lipat.

Produk minuman literan

Fill you life withexperiences, not things.
Fill you life withexperiences, not things. (Unsplash/Ohmky)

Seperti halnya bisnis makanan, dimana mengalami penurunan jumlah konsumen yang langsung dinikmati di kafe/restoran. Bahkan, Starbucks mengalami kerugian hingga lebih Rp40 triliun.

Namun untuk Starbucks permintaan dari pecinta kopi ternyata masih cukup tinggi. Mereka menyiasatinya dengan menjual kopi kemasan literan. Jadi, para pecinta kopi tetap dapat menikmati kopi dari rumah.

Langkah ini ternyata juga diambil oleh bisnis kopi lokal dan luar negeri. Selain menjual produk literan, meteka gencar melakukan promosi di media sosial melalui akun Instagramnya. Bahkan mereka juga sudah memiliki website sendiri.

Berjualan Produk Fashion Dan Kecantikan

Clothing Rack
Clothing Rack (Unsplash/Lauren Fleischmann)

Bisnis fashion terbukti juga mampu bertahan, dan mengalami peningkatan dimasa Pandemi. Terutama, penjualan yang didukung melalui online.

Salah satu produk mencatat penjualan produk fashion meningkat hingga dua kali lipat. Mereka mengamati tren kebutuhan fashion selama pandemi dan fokus menjual produk untuk penggunaan sehari-hari. Misalnya, sandal rumah, kaos dan jaket. Produk pakaian rumahan banyak diminati karena konsumen lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Baca: 6 Strategi Manajemen Rantai Pasok Terbaik untuk Bisnis Kamu!

Brand lokal lainnya, juga selain menjual produk dengan harga terjangkau, mereka juga melakukan promo gratis ongkir dan potongan harga. Ditemukan peluang bisnis setelah pandemi dengan berjualan produk keperluan rumahan.Peluang bisnis fashion online sangat menjanjikan. Ini berarti bisa menjual baju rumahan yang sedang tren sesuai kebutuhan selama pandemi. Atau, Anda bisa menemukan peluang lain sesuai produk yang ada.

Produk Kecantikan dan Perawatan Kulit

The Ordinary Skin Care w/ Quartz Roller
The Ordinary Skin Care w/ Quartz Roller (Unsplash/Okan Younesi)

Adanya pandemi corona ternyata tak meredupkan bisnis kosmetik dan perawatan kulit. Buktinya salah satu bisnis kosmetika, tercatat meraih peningkatan omset hingga hampir 100%.

Peluang bisnis setelah pandemi, produk fashion juga cukup menjanjikan.Produk kecantikan yang paling banyak dibeli berupa produk perawatan komplet satu set.

Selain menjual paket produk kecantikan ada juga yang memberikan "hand sanitizer" dan "masker" secara gratis untuk setiap pembelian produk. Strategi ini ternyata mampu meningkatkan "brand awareness" bisnisnya.

Jika kita perhatikan, anjuran untuk mereka memiliki lebih banyak waktu untuk merawat diri. Jadi, ini bisa menjadi peluang bagi bisnis kosmetik untuk menjual lebih banyak produk.

Produk Kesehatan dan Perawatan Tubuh

Ni Putu Ayunda pegawai BUMN jual Jamu
Ni Putu Ayunda pegawai BUMN jual Jamu

Situasi pandemi memaksa kita untuk memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Oleh sebab itu banyak orang mulai rajin berolahraga, makan makanan yang sehat, mengonsumsi vitamin dan minuman herbal.

Menurut riset, produk perawatan kesehatan mengalami kenaikan penjualan hampir sebanyak tiga kali lipat secara online.

Salah satu contohnya adalah produk jamu. Produsen jamu mengatakan bisnis mereka mengalami peningkatan penjualan sebesar 2-3 kali lipat sejak pandemi terjadi. Strategi yang dilakukan adalah meningkatkan penjualan online dan memberikan layanan "home delivery service."

Tak hanya itu mereka juga gencar melakukan promosi gratis ongkir dan mengadakan give-away di media sosial seperti Instagram.

Ide bisnis berjualan jamu masih menjanjikan. Selain jamu, Anda juga bisa menjual minuman herbal atau rempah khas Indonesia, seperti sekoteng wedang uwuh. wedang jahe, dan lainnya.

Berjualan Peralatan Pribadi

Menjaga kesehatan dengan berolahraga dan konsumsi minuman kesehatan dirasakan belum cukup. Tidak heran dalam situasi pandemi ini, konsumen juga sadar akan kebutuhan terhadap peralatan, terutama peralatan makan.

Banyak orang lebih memilih membawa bekal dari rumah. Hanya jika terpaksa makan di restoran. Mereka lebih memilih membawa alat makan dan minum pribadi. Misalnya sedotan stainless, sendok, garpu, dan botol minum pribadi.

Semua peralatan di atas seolah telah menjadi kebutuhan baru. Ini tentu menjadi peluang bisnis selama pandemi.

Selain itu mencari “lunch box”atau kotak makan juga meningkat dalam masa pandemi. Bisnis juga dapat memanfaatkan peluang berjualan produk peralatan pribadi.

Strategi yang bisa Anda gunakan adalah menjual produk secara paket. Misalnya satu set lengkap berisi kotak makan, sendok, garpu, dan sedotan.

Digital Marketing dan Jasa Pembuatan Website

Kondisi pandemi mendorong bisnis beralih dari offline ke online. Tujuannya, supaya bisnis bisa tetap bertahan. Oleh sebab itu, banyak pelaku bisnis yang mulai berbondong-bondong meng-online-kan bisnisnya.

Di sisi lain, baru sekitar 10% UMKM di Indonesia yang sudah go online. Artinya, 90% lainnya masih menjalankannya secara konvensional. Ini tentu peluang bagi Anda untuk membuka jasa pembuatan website.

Dalam bisnis online, website itu sangat penting sebagai tempat jual beli, sarana membangun branding dan membuat bisnis lebih dipercaya. Sebagian besar pemilik bisnis mengatakan bahwa website dapat membuat bisnis lebih kredibel. Pada awalnya promosi bisnis dapat dilkukan melalui website pribadi atau media sosial.

Tak hanya itu, anda bahkan bisa meraih pendapatan tambahan dari bisnis pembuatan website lewat afiliasi. Tidak disangka banyak orang, komisinya bisa mencapai 70%.

Membuka "digital marketing agency" adalah untuk mendukung kesuksesan bisnis online. Alasannya, hampir semua konsumen melakukan riset produk atau jasa secara online. Belum banyak bisnis digital marketing dalam kategori baik.

Peluang dari usaha ini cukup menjanjikan. Sebab, selama pandemi, aktivitas online semakin meningkat dan pemasaran secara konvensional terkendala protokol kesehatan. Jasa digital marketing akan banyak dicari kalangan bisnis.

Kunci dari kesuksesan bisnis ini adalah kejelian melihat peluang. Baik dilihat dari kebutuhan masyarakat maupun keharusan untuk go-online. Media yang digunakan cukup banyak pilihannya seperti aplikasi online, media sosial, dan websites.

Baca: Sukseskan Bisnis, Ini 8 Langkah Untuk Buat Digital Marketing Strategy!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium