Bank Digital

Selamat Datang Era Bank Digital

Beberapa negara sudah atau dalam proses memberikan lisensi bank digital, baik kepada bank konvensional maupun perusahaan teknologi raksasa.

Featured-Image
Ilustrasi bank digital

EMPATPAGI.COM - Seiring dengan era ekonomi digital, kelahiran bank digital secara global sudah dimulai. Perkembangan bank digital juga datang bersamaan dengan ekspansi perusahaan teknologi raksasa.

Tantangannya apakah, mudah bagi bank konvensional beralih ke bank digital. Tantangan kedua, perusahaan teknologi raksasa juga siap-siap untuk masuk ke bisnis bank digital.

Beberapa negara sudah atau dalam proses memberikan lisensi bank digital, baik kepada bank konvensional maupun perusahaan teknologi raksasa.

Karena menawarkan banyak kemudahan dan efisiensi biaya, kehadiran bank digital dapat mengganggu tatanan dan peta perbankan konvensional.

Keunggulan bank digital adalah nilai tambah keuntungan dan kemudahannya dalam bertransaksi yang akan menarik nasabah pindah dari bank konvensional.

A. Bank Digital Di Tatanan Global

Secara global negara yang membuka pintu untuk pemberian lisensi bank digital, di antaranya Singapore, Hong Kong, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris.

Di Inggris, bank digital yang sudah beroperasi adakah Monzo Bank. Kelebihan bank ini adalah menawarkan pembayaran internasional tanpa biaya tambahan dan tak mengenakan biaya layanan untuk penarikan uang sampai 200 poundsterling melalui ATM internasional.

Meskipun demikian kelemahannya bank ini hanya untuk warga negara Inggris dan belum bisa transfer international karena belum memiliki "IBAN number."

Di Hong Kong, ada delapan bank digital yang beroperasi sejak tahun 2019. Salah satu bank digital adalah ZA Bank. Bank ini mampu menawarkan bunga deposito maksimal 6,8%. Ini lebih tinggi dari HSBC antara 2% - 3%.

Baca:Keuntungan dan Cara Investasi Emas di Tokopedia, Cocok untuk Millenials

Sejak dibukanya bulan Market tahun 2020, ZA Bank telah memiliki 2000 konsumen yang menggunakan perbankan dengan hanya layanan digital. Daya tarik lainnya, ZA Bank memberikan layanan dengan kombinasi bunga tinggi untuk deposit, tapi bunga rendah untuk pinjaman.

Tahun 2019, otoritas moneter Singapura (MAS) dalam proses memberikan lisensi untuk lima bank digital. Dua bank digital yang beroperasi penuh, dan tiga bank digital grosir/pelanggan perusahaan.

Satu calon bank digital adalah startup Grab (60% saham) berkolaborasi dengan Singtel (40% saham). Bank digital tersebut akan fokus pada layanan kredit kecil dan investasi. Bank digital konsorsium ini akan beroperasi penuh sama dengan bank konvensional. Bank digital ini berkomitmen melayanani keuangan inklusif bagi UMKM.

B. Layanan "Digital Banking" Di Indonesia

Di Indonesia, dengan menganut prinsip perbankan yang penuh kehati-hatian regulasi bank digital belum ada. Aturan yang ada adalah Peraturan OJK Nomor 12 tahun 2018 untuk layanan "digital banking." Aturan ini hanya terkait aktivitas atau layanan digital banking .

Aturan ini tidak mencakup bank digital yang sepenuhnya beroperasi secara daring tanpa cabang fisik. Namun demikian, tantangan bank digital mulai terasa di Indonesia.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana mengembangkan bank digital. Bank Royal miliknya telah menjadi Bank Digital BCA Tbk. Disamping itu ada juga bank lain yang siap-siap mengembangkan bank digital.

Baca: 5 Tips Hasilkan Uang dari Internet untuk Pemula, Bisa dari Rumah!

C. Penutup

Bank digital mulai melanda dunia. Beberapa negara telah memberi lisensi dan ada juga yang sedang memproses lisensi bank digital.Dengan penuh kehati-hatian perbankan Indonesia belum pada tahap ini.

Yang harus dicermati adalah perkembangan nya. Jangan sampai perbankan Indonesia memiliki masalah yang sama seperti di sektor lain, dimana layanan perusahaan digital asing bisa masuk ke Indonesia dengan sistim pembayaran langsung. Salah satu Kasus adalah seperti Netflix untuk layanan nonton film.

Baca: Apakah Bunga Bank sama dengan Riba?

Komentar
RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz