Manajemen

6 Strategi Manajemen Rantai Pasok Terbaik untuk Bisnis Kamu!

Strategi yang tepat dapat mendukung kelancaran operasional kamu dalam berbisnis

Featured-Image

EMPATPAGI.COM- Menurut Pujawan dan Mahendrawathi (2017:4) supply chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke tangan konsumen akhir.

Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik.

Strategi rantai pasokan harus memperhatikan koordinasi dari semua kegiatan rantai pasokan, diawali dari barang mentah dan berakhir pada kepuasan konsumen, kegiatan ini melibatkan para suppliers, manufacturers atau penyedia jasa, para distributor, wholesalers, retailers, dan yang terakhir para konsumen.

Hal yang juga harus diperhatikan adalah porsi yang besar terhadap pembiayaan yang dipakai dalam pembelian, mengembangkan inovasi, mendesain kecepatan dan meminimalisir biaya.

Heizer &Render (2013) dalam buku nya membagi strategi manajemen rantai pasok menjadi enam macam, yuk kita simak di bawah berikut!

Strategi yang Bisa Kamu Pakai Untuk Manajemen Rantai Pasok Bisnis Kamu

1. Many Suppliers

Many Suppliers

Dengan strategi Many Suppliers, pemasok menanggapi permintaan dan spesifikasi dari permintaan penawaran “request for quotation”dengan pesanan yang biasanya jatuh ke pihak yang memberikan penawaran terendah.

Baca: Sukseskan Bisnis, Ini 8 Langkah Untuk Buat Digital Marketing Strategy!

Strategi ini menandingkan satu pemasok melawan pemasok lainnya dan menempatkan beban kepada pemasok agar memenuhi permintaan pembeli.

2. Few Suppliers

Photo Of Two People Shakehands

Strategi few suppliers mengimplikasikan bahwa daripada mencari atribut jangka pendek seperti biaya yang rendah, pembeli lebih baik membentuk relasi jangka panjang dengan beberapa pemasok yang mempunyai dedikasi terhadap pembeli.

Pemasok jangka panjang lebih memahami tujuan dari perusahaan yang menggunakan jasa mereka dan pelanggan akhir.

3. Vertical Integration

vertical integration

Pembelian dapat diperpanjang untuk membentuk verticalintegration, vertical integration adalah kemampuan dalam mengembangkan produksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli, atau bisa juga membeli perusahaan pemasok atau distributor.

Baca: 5 Jurus Sukses Membangun Bisnis FinTech yang Sustainable!

Vertical Integration dapat berbentuk sebagai forward atau backwardintegration. Backward Integration menyarankan perusahaan dalam membeli pemasok perusahaan tersebut, sedangkan forwardintegration menyarankan perusahaan yang mempunyai proses produksi untuk membuat jalur distribusinya sendiri.

4. Joint Venture

Person Holding White Jigsaw Puzzle Piece

Karena joint venture sangat beresiko, maka kemungkinan perusahaan dapat memilih suatu bentuk kolaborasi. Perusahaan dapat mengajak dalam suatu kolaborasi untuk menambah kecakapan produk baru atau kemampuan teknologi mereka.

5. Keiretsu Networks

keiretsu

Banyak perusahaan manufaktur yang besar di Jepang telah menemukan strategi baru, dalam strategi yang mereka temukan terdapat beberapa gabungan antara few suppliers, dan beberapa bagian dari vertical integration.

Perusahaan manufaktur yang memakai strategi ini sering menjadi financial support pemasok melalui kepemilikan atau pun pinjaman.

Pemasok menjadi bagian dari koalisi perusahaan yang disebut “keiretsu”. Anggota dari keiretsu terjamin sebagai relasi jangka panjang oleh perusahaan, dan dengan begitu diharapkan untuk berkolaborasi sebagai mitra, menyediakan ahli dan kualitas produksi yang stabil kepada perusahaan manufaktur.

Anggota keiretsu dapat juga dapat mempunyai pemasok level kedua dan bahkan ketiga sebagai bagian dari koalisi.

6. Virtual Companies

Woman Sitting While Operating Macbook Pro

Perusahaan yang memakai strategi ini mengandalkan beragam jenis hubungan antar pemasok dalam menyediakan jasa atas permintaan yang diinginkan.

Pemasok dapat menyediakan beragam jasa seperti payroll, mempekerjakan karyawan, mendesain produk, menyediakan jasa konsultasi, komponen manufaktur, mengadakan tes, atau mendistribusi suatu produk.

Hubungan yang terdapat dari strategi ini bisa berupa hubungan yang panjang ataupun pendek dan mungkin bisa juga berupa partner, kolaborator, atau secara sederhana sebagai pemasok yang tersedia dan subkontraktor.

Keuntungan dari strategi ini termasuk para ahli manajemen yang terspesialisasi, fleksibilitas, dan kecepatan.

Perusahaan yang menggunakan strategi ini memiliki batasan yang selalu berubah dan fleksibel, sehingga dari fleksibilitas mereka yang unik dapat mendukung kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca: Ini Dia 5 Cara Jitu Menciptakan Awareness pada Pasar!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz