Ukuran Capaian Ekonomi selain 'GDP'

Secara global dunia sekarang terimbas krisis ekonomi pandemi Covid 19

Featured-Image
Ilustrasi GDP

EMPATPAGI.COM - Secara global dunia sekarang terimbas krisis ekonomi pandemi Covid 19. Ini berarti pertumbuhan 'GDP' negatif untuk seluruh dunia. Lalu apa yang membedakan satu negara dengan negara lain kalau semua negatif.

Sepertinya diperlukan ukuran lain untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi. Selama ini telah dibahas ukuran lain dengan pendekatan 'the economics of wellbeing.' Dalam era 'the economics of wellbeing,' ada beberapa hal yang ditekankan diantaranya:

  1. Pendekatan ekonomi harus melihat manusia sebagai pusat perhatian.
  2. Perekonomian perlu memberikan 'safety net' untuk semua orang dan memberi perlindungan pekerja lini depan. Di Indonesia dilakukan melalui bantuan sosial, bebas pajak untuk UMKM, subsisi Jamsostek untuk tenaga kerja, dll.
  3. Pendekatan ekonomi yang mendukung ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Baca: Target Ekonomi Indonesia Di Masa Covid 19

Kelemahan 'GDP' sebagai ukuran keberhasilan ekonomi dilontarkan oleh banyak fihak karena hanya angka yang kurang berarti kalau dihubungkan dengan kondisi kehidupan masyarakat.

Uang bukan segalanya untuk mengukur keberhasilan ekonomi. Di masa 'GDP', dunia banyak ditandai dengan meningkatnya standar kehidupan dan kekayaan ekonomi.

Banyak negara yang tertarik untuk mencari ukuran keberhasilan ini. Perdana Menteri Inggris David Cameron merencanakan membuat ukuran tentang 'well-being,' dan Kerajaan Bhutan menekankan bahwa yang penting bukan 'GDP' tetapi 'GNH (gross national happiness).'

Seandainya ada ukuran keberhasilan ekonomi yang lain, maka lebih mudah2an untuk membedakan negara yang berhasil dalam melawan pandemi Covid 19 dari sisi ekonomi.

Baca: Ini 5 Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK, Uang Langsung Cair!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz