Rahasia Warna Darah Haid Tergantung Periodenya, Jangan Panik!

Perbedaan warna darah haid bisa disebabkan oleh seberapa lama darah berada di luar rahim.

Featured-Image
Ilustrasi Merah

Selama menstruasi, tubuh kita akan mengeluarkan cairan dan darah dari rahim melalui vagina. Biasanya, warna darah haid memiliki variasi warna yang berbeda-beda mulai dari merah terang hingga cokelat tua.

Perbedaan warna darah haid bisa disebabkan oleh seberapa lama darah berada di luar rahim. Darah yang tinggal di rahim cukup lama akan bereaksi dengan oksigen (mengoksidasi), sehingga tampak lebih gelap dibanding darah yang berada di luar rahim.

Warna darah haid seseorang juga dapat menyampaikan informasi kesehatan yang vital. Misalnya, darah oranye atau keabu-abuan bisa menunjukkan adanya infeksi vagina. Selain itu, perubahan hormon dan kondisi kesehatan juga dapat mempengaruhi warna dan tekstur darah haid.

Kali ini kita akan mencari tahu apa arti kesehatan dari masing-masing warna darah haid. Asumsinya adalah, warna darah haid terjadi saat kamu sedang dalam masa menstruasi normal dan bukan di masa kehamilan.

Hitam, coklat, atau merah tua

Pada awal atau akhir menstruasi, darah bisa berwarna coklat gelap atau merah dan memiliki konsistensi yang kental. Jika di masa awal menstruasi kamu memiliki warna darah merah cerah dan lebih cair, hal itu terbilang normal dan tidak mengkhawatirkan.

Warna coklat pada darah di awal atau akhir masa haid, terjadi karena darah butuh waktu lama meninggalkan rahim. Hal itu disebabkan lapisan rahim yang semakin gelap, perlu waktu semakin lama meninggalkan tubuh. 

Pada masa awal menstruasi, konsistensi darah juga cenderung lebih kental dan berbentuk gumpalan. Maka dari itu, tidak jarang warnanya akan terlihat pekat dan hampir hitam. 

Baca: Jaga Janin Dalam Kandungan, Ini 7 Makanan yang Baik Untuk Ibu Hamil!

Warna darah merah terang

Menjelang hari kedua atau ketiga haid, aliran darah menjadi lebih banyak karena lapisan uterus semakin cepat luruh. Pada masa ini, darah cenderung berwarna merah cerah sebab tidak punya waktu untuk menggelap sebelum keluar dari tubuh. 

Warna darah merah muda

Berbeda dengan pendarahan di periode menstruasi, darah berbentuk bercak akan muncul di luar periode reguler haid. Beberapa orang mengalami bercak darah di pertengahan siklus, yang juga dikenal sebagai pendarahan ovulasi. Oleh karena itu, pendarahan yang bercampur dengan cairan serviks bisa tampak merah muda atau merah terang.

Namun perlu diingat, jika kamu mengalami keputihan encer berwarna merah muda yang terjadi secara tidak teratur (tanpa pola dan tidak berhubungan dengan siklus menstruasi), hal itu mungkin merupakan tanda kanker serviks dan harus diperiksa oleh dokter.

Baca: Jangan Asal Makan! 7 Jenis Makanan Ini Dapat Menggugurkan Kandungan!

Warna darah abu-abu

Jika kamu memiliki cairan darah berwarna keabu-abuan, hal itu bisa menjadi tanda infeksi. Ketahui masa menstruasi dan perhatikan warna darah yang muncul, jika tekstur dan warnanya tidak normal selama beberapa waktu, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter.

Hal ini pun bisa menjadi pertanda buruk jika kamu dalam masa kehamilan, karena pendarahan hebat dengan warna keabu-abuan bisa menjadi tanda keguguran. Jadi, kenali dengan baik periode datang bulan beserta tekstur dan warna darah.

Baca: Takut Hamil? Ini 5 Cara Mencegah Kehamilan Paling Efektif!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz