Ekonomi

"Workcation"- Liburan Pendapatan Tetap

Di era digital ekonomi, bekerja tidak berarti masuk kantor pagi dan pulang kantor sore

Featured-Image
Ilustrasi wfh

EMPATPAGI.COM - Di era digital ekonomi, bekerja tidak berarti masuk kantor pagi dan pulang kantor sore. Bekerja tidak dibatasi ruang dan waktu. Bekerja bisa dilaksanakan kapan saja dan dimana saja.

Pekerja bisa mendapat pekerjaan IT di satu negara maju dan melaksanakan pekerjaannya di daerah pariwisata seperti Bali atau Chiang Mai.

Kegiatan ini disebut "workcation." Seseorang melakukan pekerjaan sambil berlibur.

Mereka berlibur tetapi masih bekerja di laptop selama 8 jam tiap hari. Mereka harus menjawab email. Mereka dapat dihubungi kantor lewat sistim "chat." Mereka masih melakukan rapat lewat "video conference."

A. Ekonomi"Gig" di Era Digital

Pekerja dalam ekonomi "Gig" dapat berpindah dari satu proyek ke proyek lain sesuai dengan tugas yang diberikan. Perusahaan dimana bekerja bisa berbeda beda. Sifat pekerjaan "freelance," musiman dan per paket. Mereka bekerja dengan sistim kontrak berbasis proyek. Mereka tidak menerima tunjangan, atau fasilitas kantor.

Ekonomi "Gig" adalah sistem kerja yang bergantung pada kontrak. Mereka bekerja pada saat dibutuhkan saja.

Baca: 5 Tips Memulai Investasi Saham yang Menguntungkan, Untuk Pemula!

Semula istilah ekonomi ‘gig’hanya bagi mereka yang berprofesi sebagai seniman seperti musisi yang biasanya dikontrak untuk bekerja pada event tertentu.

Ekonomi "Gig" tak bisa lepas dari kemajuan teknologi dan Revolusi Industri 4.0 karena internet memungkinkan seseorang bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Penerapan ekonomi "Gig" lebih cocok di negara maju dimana banyak diantara mereka yang memiliki pendapatan multi.

B. "Work from Home" di Masa Covid 19

Di era pandemi Covid 19, untuk menghindari kerumunan dan kontak langsung satu sama lain, kantor2 disarankan untuk meminta pekerja untuk melaksanakan tugas kantor dirumah masing-masing.

Rapat, penyampaian laporan dan hasil pekerjaan dikirim lewat sistim daring. Monitoring dan koordinasi pekerjaan dilaksanakan dengan sistim jarak jauh.

Baca: Selamat Datang Era Bank Digital

Model kerja seperti diatas didukung oleh kemajuan teknologi digital.Pagi dan sore, laporan ke kantor untuk absen. Melaporkan semua yang dilakukan.

Secara fisik berlibur Di rumah tapi siap untuk memberi respon kalau ada pertanyaan atau rapat di kantor.

Berbeda dengan pekerja ekonomi Gig, bekerja diluar kantor karena menjauhi dari pandemi bukan Karena bekerja independen dan sengaja pariwisata.

C. Penutup

Semua fihak, pegawai dan pemilik perusahaan merasa ada kekurangan dengan bekerja sistim ekonomi "Gig," mengijinkan pekerja melakukan "workcation."

Memang ekonomi "Gig" lebih cocok untuk pekerja independen yang mendapatkan tugas kerja Tanpa banyak harus bekerja sama dengan pekerja lain. Salahsatu contohnya adalah ahli IT pembuat software.

Baca: Dicari CEO Agribisnis Milenial

Untuk pekerja yang memiliki tugas secara kolompok yang memerlukan kerja sama sistim ini lebih sukar dilaksanakan.

Namun demikian seiring dengan kemajuan teknologi di masa depan akan lebih banyak lagi pekerja independen yang mengerjakan tugas dengan sistim ekonomi "Gig."

Baca: 5 Aplikasi yang Bisa Cepat Menghasilkan Uang, Cuma Modal HP!

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensi.xyz